RADRA JOGJA - Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X melakukan penelitian terhadap temuan patung di lokasi pembangunan rumah milik Musliha di Sayidan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Rabu (26/6). Mereka akan memastikan bahwa temuan tersebut merupakan arca ganesha yang erat dengan agama Hindu.
Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Wardiyah menjelaskan, berdasarkan identifikasi, arca ganesha merupakan salah satu dewa dalam agama Hindu. Meskipun begitu, dia belum bisa memastikan apakah di lokasi tempat penemuan arca ganesha ini merupakan area tempat ibadah. "Yang pasti ada unsur peribadatannya,”ujarnya.
Arca genesha ini memiliki tinggi sekitar 84 sentimeter, lebar 64 sentimeter, dan panjang 44 sentimeter. Wardiyah belum bisa memastikan arca ini berasal dari abad ke berapa.
Wardiyah menjelaskan, temuan arca Ganesha ini unik. Hal ini karena arca yang menggunakan kain bercorak ceplok bunga. Hal ini sangat jarang. Arca memakai kain jarik sampai semata kaki. “Pakaiannya mewah,” katanya.
Arca dipahat dengan sangat baik dan menggunakan atribut secara lengkap. Arca ini memiliki empat tangan. Sayangnya, dua tangan masih belum ditemukan. Sementara satunya dalam kondisi patah. Selain itu, ditemukan pula batu bertakik dengan bahan andesit dan bata lepas.
Sebelumnya patung ini ditemukan pekerja proyek. Mereka menemukannya saat menggali tanah untuk fondasi. Sehari berikutnya, Kamis (27/6) arca tersebut diamankan sementara di rumah warga. “Saya kira batu biasa lalu gali terus pakai linggis. Terus tangannya kena dan putus,” ujar kuli bangunan Nur Sajiman.
Sajiman menjelaskan tengah melakukan penggalian untuk pondasi cakar ayam. Penemuan ada di kedalaman sekitar satu meter. Saat ditemukan, arca dalam posisi tengkurap. Butuh enam orang untuk mengangkat arca tersebut dari lokasi ke atas.
Pemilik proyek rumah Muslicha menjelaskan, rencananya di lokasi ini akan dibangun rumah dua lantai. Setelah ditemukan arca pihakna langsung melaporkan ke RT dan RW. Untuk sementara proyek akan dihentikan dulu.
Dia mengaku tidak mempermasalahkan apabila nanti tanahnya dikuasai negara asalkan ada bentuk kompensasi. Meski demikian, ia berharap tidak ada penemuan lanjutkan agar proyek bisa dilanjutkan. “Kasihan tukangnya juga. Target harus selesai Desember,” tambahnya.(cr1/din)
Editor : Satria Pradika