RADAR JOGJA - Sigit Iwan melalui videonya menyuarakan protes terhadap Superindo Palagan yang diduga membuang limbah di sungai samping rumahnya. Kini, video itu tengah viral di media sosial. "Saya bikin video karena keresahan pribadi. Sebelum ada Superindo, engga ada paralon di sungai itu,” ujarnya.
Ia mengaku sebenaramya tidak mengetahui pasti soal jenis limbah yang dibuang. Namun dari bau yang dihasilkan seperti ikan dan daging busuk. "Baunya sampai di dalam rumah," keluhnya saat ditemui Selasa (25/6).
Menurutnya, sungai itu hanya akan ada air ketika hujan. Saat kemarau seperti ini, limbah jadi menggenang dan menimbulkan bau. "Saya merasakan tiga bulan ini selama kemarau. Kalau sungai ada airnya, bau tidak terasa,” tambahnya.
Menindaklanjuti keresahan ini, dirinya turut menyerahkan surat laporan ke Rumah Dinas Bupati Sleman. "Saya ingin secara resmi dan sopan,” ungkapnya.
Ia mengaku mengkawatirkan kesehatan anak dan keluarganya karena kondisi sungai yang mengundang nyamuk dan lalat. “Saya tidak terganggu dengan keberadaan Superindo, tapi masalahnya limbah itu. Kami saling berdekatan, harapannya bisa saling menjaga,” harapnya.
Tim Pengendalian Pencemaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Sasi menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan perizinan. "Dilihat OSS punya siapa. Kalau KBLI-nya pusat, kewenangan pusat," katanya.
Pihaknya yang juga membawahi Forum Komunitas Sungai Sleman dan salah satu anggotanya telah melakukan survei lokasi. "Setelah dicek masih mengurucut ke Superindo itu," ujarnya.
Walaupun demikian, ia sendiri belum bisa memberi kepastian karena masih perlu kajian lebih lanjut. Nantinya ketika kasus ini terbukti benar, pihaknya akan melakukan peninjauan bersama pihak terkait. Di antaranya, Dinas Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan, hingga Dinas Tata Ruang.
Saat Radar Jogja berusaha menemui pihak manajemen untuk konfirmasi dugaan pembuangan limbah yang dikeluhkan warga sekitar itu, mereka tidak bersedia. Melalui satpam yang berjaga, manajemen menolak memberikan keterangan ke media. (cr1/laz)