SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya (Sungai Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Senin 24 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Tambah 2 Tahun Masa Jabatan, Lurah se-Kulon Progo Diminta Tingkatkan Kinerja
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah, perlahan ke arah barat.
Suhu udara 16.0-26.0 °C, kelembaban udara 55-99 %, dan tekanan udara 768.5-918.8 mmHg.
Gunung Merapi tampak, kabut 0-I, hingga kabut 0-III.
Asap kawah teramati putih tebal, tekanan lemah, tinggi 50 meter ke arah barat
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga) sejak 5 November 2020.
Baca Juga: Stok Darah AB di Kota Jogja Minim, Dinkes Gelar Donor Darah Sasar 200 Orang
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin