RADAR JOGJA – Para pelaku UMKM di Pakem mengharapkan bantuan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Hal ini diharapkan bisa memudahkan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Pelaku UMKM Afifah menjelaskan, dia bersama kelompok taninya tengah membuat produk kripik pepaya. Meskipun telah memiliki peralatan masak, tetapi kelompoknya masih terkendala pengadaan alat pengering minyak.
“Kita baru mulai pasti yang jadi kendala itu modal. Kalau dibantu Alhamdulillah banget,” katanya ketika ditemui di acara Sambung Rasa Senin (24/6).
Afifah mengaku, strategi yang dilakukan untuk pemasaran langsung adalah dengan menaruh produk di toko oleh-oleh. Untuk bisa melakukannya, syarat yang diperlukan adalah perizinan.
“Bantuan pemerintah dari permintaan label halal itu gratis, tapi ada izin yang agak susah juga,” keluhnya.
Izin yang menurutnya susah, adalah dari BPOM. Karena harus memiliki tempat usaha yang layak dan sesuai kriteria. “Kami belum bisa bikin tempat usaha yang bagus,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinkop UKM Sleman Tina Hapsari menjelaskan, setidaknya ada empat persoalan utama dalam pengembangan UMKM di Sleman. Di antaranya adalah kelembagaan yang berkaitan dengan legalitas, permodalan, pemasaran, dan sumber daya manusia.