Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dilema Petani Cabai di Kabupaten Sleman, Keluhkan Soal Penjadwalan Penanaman

Delima Purnamasari • Senin, 24 Juni 2024 | 21:38 WIB

Kegiatan Forum Komunikasi Petani Cabai Sehat, di Domban, Tempel, Senin (24/6).
Kegiatan Forum Komunikasi Petani Cabai Sehat, di Domban, Tempel, Senin (24/6).
Sleman - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengadakan Forum Komunikasi Petani Cabai Sehat, di Domban, Tempel, Senin (24/6).

Salah satu petani Tempel, Suprojo mengeluhkan soal penjadwalan penanaman.

Menurutnya, pemerintah setempat mestinya memberikan penjadwalan secara jelas.

"Tidak hanya dikasih bantuan, tapi harga akhirnya itu mestinya untung. Kalau nanem habis 2 juta, panen dapat 2 juta, berarti gak dapat apa-apa," tuturnya.

Ia juga mengharapkan pemerintah setempat bisa memberikan data mengenai kebutuhan tiap-tiap lahan secara jelas.

"Bagaimana perbedaan aplikasi untuk pupuk dan sebagainya di tiap kecamatan," jelas Suprojo.

Ia juga meminta pemerintah bisa memberikan rekomendasi bibit berikut dengan gambaran hasilnya.

"Ada bibit anti virus bulai, ditanam sekali dua kali bagus, tapi habis itu timbul lagi. Petani ini yang penting harganya murah," jelasnya.

Menurutnya, kondisi paling parah apabila tanaman cabai terkena virus patek. Meski berbagai obat sudah dicoba, tanaman cabai tetap tidak akan ada dayanya.

"Ini dilema buat petani gurem yang maksimal lahannya 500 meter. Ini pekerjaan rumah untuk dinas," tambahnya.

Kepala Bidang Hortikultura, Immawan Nur Syaifuddin Ahmad menjelaskan pihaknya akan menjadwalkan penanaman dilakukan pada Juli hingga Oktober.

"Desa sentral di Blitar sedang panen raya sekarang. Nanti di sana habis kurang lebih September. Kalau penanaman Juli, di Oktober panen, harga mulai bagus," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Tokoh Agama Buddha Magelang Bante Pannavaro Berharap Pemimpin Seperti Ini..

Baca Juga: Pengemudi Mobil Dinas Berpelat AA Diduga Lakukan Catcalling di Jakarta, Begini Faktanya..

Ia menjelaskan bahwa akan dilakukan penjadwalan untuk masing-masing titik kumpul. "Misal, untuk titik kumpul Tempel di Juli, Pakem Agustus," katanya.

Immawan turut menjelaskan bahwa para petani akan memperoleh bantuan pengembangan cabai berupa lahan seluas 250 hektar.

"Kita alokasikan untuk 13 kelompok tani yang tergabung dalam pasar lelang. Di Kapanewon Cangkringan, Kalasan, Tempel, Pakem, Ngaglik," tambahnya.

Ia menjelaskan agar para petani cabai bisa bergabung dengan kelompok tani agar dapat menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah.

Dirinya turut berharap para petani melakukan usaha perbaikan lahan agar modal tani yang dikeluarkan nantinya bisa lebih murah.

"Secara global kondisi tanah di sleman sudah rusak," katanya. 

Editor : Bahana.
#petani cabai #Sleman #Mengeluh #Petani #tempel