RADAR JOGJA – Kejadian nahas menimpa anak di bawah umur inisial ETA, 17. Sebab dia dan temannya berinisial ZH, 16, yang mengalami laka lantas di Jalan Samas, Dengokan, Srigading, Sanden, Bantul malah dituduh pelaku klithih.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/6) dini hari. Ketika ZH memboncengi ETA menggunakan sepeda motor nopol AB 3145 BV. Motor yang dikendarai ZH menabrak pohon hingga mengakibatkan keduanya luka-luka. Kondisi tersebut mengakibatkan ZH meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan ETA mengalami luka-luka.
Pascamengalami kecelakaan, ETA sempat dibawa warga sekitar karena dituduh pelaku klithih. Amukan massa tidak dapat dihindarinya, sehingga dia mengalami beberapa kekerasan secara fisik. Video yang merekam aksi pemukulan terhadap ETA tersebar di media sosial.
Kondisi itu yang membuat kakak kandung ETA, Nadia Febriyani tak terima. Karena adiknya tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. “Dipukulin dicap klithih padahal tidak ada sajam sama sekali,” lontarnya.
Karena hal itu, Nadia mengajukan laporan ke pihak kepolisian pada Jumat (21/6). Sebab tuduhan klithih, dinilai akan merugikan nama baik sang adik di masa depan. Kini, laporannya dalam proses penyelidikan polisi.
Menurutnya, ETA tak mengetahui, ZH turut mengalami amukan massa dengan pemukulan fisik atau tidak. Itu karena usai kecelakaan ETA langsung dipisahkan warga untuk dimassa di suatu tempat yang berbeda dari lokasi kejadian kecelakaan. ZH meninggal dunia tidak lama pasca kecelakaan dan sekarang sudah dimakamkan.
Saiman, ayah ZH menuturkan, sampai sekarang tidak tahu pasti penyebab kematian anaknya. Hanya saja, di sekujur tubuh tidak ditemukan adanya luka-luka. “Hanya luka di tangannya saja yang mengalami patah tulang,” bebernya.
Saiman pun memastikan, anaknya tidak membawa senjata tajam jenis apapun saat kecelakaan. “Tidak divisum karena pengaduannya laka lantas,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry membenarkan, mengenai laporan tersebut dan sudah diterima. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, kejadian berawal saat korban mengalami kecelakaan.
Warga yang datang hendak menolong, justru mencurigai ETA adalah kelompok klithih. Sehingga terjadi pengeroyokan. "Hasil sementara pemeriksaan saksi korban telah mengalami pengeroyokan untuk para pelaku sementara masih kami identifikasi lidik," lontarnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika