RADAR JOGJA – Angka kunjungan wisatawan Lava Tour Merapi mengalami penurunan pada hari libur Idul Adha. Jika hari biasa jumlah penyewa jip mencapai 10 ribu orang, kini hanya di angka enam ribu. Padahal saat momentum libur panjang, penyewa jasa jip ini tembus di angka 14 ribu.
“Mungkin karena kejadian Subang. Anak sekolah jadi berkurang, tapi masih ada rombongan dari perusahaan swasta” tutur Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Barat Dardiri Rabu (19/6).
Momentum liburan ini, bahkan banyak wisatawan yang membatalkan pemesanan. Maupun menjadwalkan ulang sewa jip dengan waktu yang belum ditentukan.
Saat disinggung terkait jumlahnya, Dardiri enggan membeberkannya. “Sudah pada DP (down payment) tapi nggak suruh menggembalikan,” tambah Dardiri.
Guna menekan kekhawatiran masyarakat, Dardiri memastikan rutin melakukan pengecekan armada. Setiap tiga kali dalam seminggu. Terlebih saat ini sudah ada 1.500 armada yang terbagi dalam 29 komunitas.
Selain itu, pembukaan daerah jalajah baru tengah disiapkan. “Mudah-mudahan nanti ke depan bisa naik pengunjungnya,” harapnya.
Dia juga ikut berpesan agar pengemudi bus wisata lebih berhat-hati. Apabila armada tak layak, lebih baik untuk tidak beroperasi. Karena bisa berdampak pada sektor pariwisata lainnya.
Wisatawan yang menyewa jasa jip Septi Aminasari mengaku, berminat untuk berwisata ke Lava Tour karena tertarik dengan sejarah Merapi. “Kita orang Jakarta nggak tahu cerita aslinya, sekarang sudah tahu,” jelasnya.
Septi mengaku tidak mengkhawatirkan keamanan dari jip. Karena yakin bahwa pengemudi sudah profesional dan mengetahui jalur dengan baik. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika