Umumnya pada hari biasa bisa mencapai 10.000 pengunjung, tetapi justru di libur panjang Idul Adha ini hanya mencapai sekitar 6000.
Padahal, semestinya kala liburan bisa menembus angka 14.000.
Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Barat Dardiri.
“Mungkin karena kejadian Subang. Dampaknya ke kita lumayan turun. Dari anak sekolah jadi berkurang, tapi masih ada rombongan dari perusahaan swasta” tuturnya.
Dijelaskan bahwa banyak wisatawan yang membatalkan pemesanan dan mengundurkan jadwal dengan waktu tak pasti.
“Sudah pada DP tapi enggak suruh menggembalikan,” tambah Dardiri.
Dardiri menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pembukaan daerah jelajah baru.
Selain itu, turut melakukan pengecekan rutin seminggu tiga kali bagi tiap-tiap armada jip. Menurut Dardiri, setidaknya ada 1.500 armada jip yang terbagi dalam 29 komunitas.
“Mudah-mudahan nanti ke depan bisa naiklah pengunjungnya. Sebenernya ini yang salah satu orang tapi dampaknya ke semuanya,” harapnya.
Ia turut berpesan agar pengemudi bus wisata lebih berhat-hati.
Apabila armadanya tidak layak, lebih baik jangan beroperasi karena bisa berdampak pada sektor pariwisata lainnya.
Salah satu wisatawan yang menyewa jasa jip, Septi Aminasari menuturkan berminat untuk berwisata ke Lava Tour karena tertarik dengan sejarah Merapi.
“Kita orang Jakarta engga tau cerita aslinya, sekarang sudah tahu,” jelasnya.
Septi mengaku tidak mengkhawatirkan keamanan dari jip karena yakin bahwa pengemudi telah profesional dan mengetahui jalur dengan baik.
Editor : Bahana.