Salah seorang saksi yang juga pegawai toko kusen, Arip Saripudin menjelaskan, saat kejadian dirinya bersama satu pegawai yang lain tengah tidur di rumah samping toko.
Tiba-tiba dibangunkan tetangga karena ada api yang sudah membesar.
Menurutnya, kejadian berlangsung ketika subuh.
“Alat habis semua. Pasah, bor, banyaklah. Barang yang udah jadi juga habis semua,” tuturnya.
“Saya panik, ambil air, waktu saya guyur tapi gak sampe. Biasanya ada yang tidur di dalam toko juga, tapi ini baru pada mudik semua,” jelas laki-laki 28 tahun tersebut.
Arip menjelaskan bahwa pemilik toko juga masih ada di Tasikmalaya dan baru akan datang ke toko esok hari.
“Warga ada yang manggil pemadam dan ada sekitar lima mobil yang datang. Setengah tujuh api baru padam,” tambahnya.
Anggota Polresta Sleman yang tengah melakukan olah kejadian perkara, Supriyatno menjelaskan bahwa pihaknya masih mencari saksi yang tahu mengenai penyebab kebakaran.
“Saksi utama hanya melihat ada percikan suara, sumbernya dari mana kami belum tahu. Tapi dari meteran ini sudah mati duluan, mungkin ada konsleting listrik,” ujarnya ketika ditemui di lokasi kejadian.
Dijelaskan pihaknya tengah melakukan pengecekan di sekitar lingkungan, utamanya mengenai kabel.
“Karena ini kayu, kalau ada korsleting sedikit saja langsung kebakar,” tambah Supriyatno.
Supriyatno turut menghimbau agar masyarakat bisa lebih memperhatikan instalasi listrik, kerapian pemasangan, dan kualitas kabelnya.
Editor : Bahana.