RADAR JOGJA - Warga Padukuhan Ngaran, Seyegan, melakukan upaya peduli lingkungan dengan membungkus daging kurban menggunakan kreneng dan daun jati. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik.
"Ya, intinya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik agar sedikit banyak bisa mengatasi pencemaran lingkungan," ujar Ketua Panitia Kurban Nardi Sudomo Senin (17/6).
Nardi menjelaskan, ide ini berasal dari tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Hal ini sudah dilakukan secara konsisten selama empat tahun. "Krenengnya ini beli di pasar. Ada banyak yang produksi," jelasnya.
Meski menghabiskan anggaran lebih besar dibanding menggunakan plastik, baginya hal terpenting adalah bentuk kepeduliannya. Sebelum ditaruh dalam kreneng, daging dibungkus terlebih dahulu menggunakan daun jati.
Untuk daun ini diambil dari lingkungan sekitar yang banyak tersedia. "Kalau dibanding daun pisang, daun jati lebih ulet jadi tidak gampang pecah. Tidak usah motong-motong tiap lembarnya juga,” tuturnya saat ditemui di lokasi.
Laki-laki 54 tahun ini menambahkan, di Padukuhan Ngaran ini dilakukan pemotongan empat ekor sapi dan dua dua ekor kambing. Daging kurban itu kemudian dibagikan kepada 300 warga.
Dukuh Ngaran Riris menjelaskan, upaya ini juga bertujuan untuk berbagi berkah pada penjual kreneng. "Mereka dapat keuntungannya itu dalam acara semacam ini,” katanya.
Ia berharap upaya kecil semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi padukuhan lain untuk mengurangi sampah plastik. "Semoga warga saya juga bisa sadar bahaya plastik untuk lingkungan,” tandasnya. (cr1/laz)