Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

20 SMP di Sleman Ikut Pameran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia

Delima Purnamasari • Rabu, 12 Juni 2024 | 03:30 WIB
ANTUSIAS: Kegiatan OPSI Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di halaman Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Selasa (11/6/2024).Delima Purnamasari/Radar Jogja
ANTUSIAS: Kegiatan OPSI Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di halaman Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Selasa (11/6/2024).Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA – Sebanyak 20 SMP di Kabupaten Sleman mengikuti pameran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Acara ini diselenggarakan di halaman Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Selasa (11/6/2024).

 

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan Sleman Supraptiningsih menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menanam dan memupuk budaya meneliti. Kegiatan in juga menjaring peserta didik yang memiliki bakat dan kemampuan dalam penelitian. “Nantinya, diharapkan memperoleh hasil penelitian yang kolaboratif, original, dan berkualitas,” ujar Supraptiningsih.


Dirinya menjelaskan ada tiga bidang yang dilombakan. Di antaranya, IPA, IPS, dan IPTEK. Lima ide terbaik pada masing-masing bidang nantinya akan melakukan presentasi. Pameran ini juga menjadi bagian persiapan peserta untuk mengikuti olimpiade di tingkat nasional.


“Kami bimbing dari Februari. Kemudian mereka melakukan penelitian, penulisan karya, dan pembuatan laporan,” tambah Supraptiningsih.


Pada 2023, ada tiga sekolah di Sleman yang berhasil lolos hingga level nasional. Sedangkan pada tahun ini, ada 58 naskah proposal yang lolos di nasional. “Dari 14 sekolah dan siap melanjutkan penelitian,” ujarnya.


Peserta dari SMP N 3 Godean Zahira Talita menjelaskan, timnya tengah mengembangkan pembakar sampah yang ramah lingkungan. Menggunakan serat selulosa sehingga asap pembakaran dari sampah plastik menjadi lebih jernih dibanding pembakaran biasa.


“Sejauh ini bisa menyaring perubahan warna jadi asapnya lebih putih. Kalau jumlah asap dan bau masih sama pada umumnya,” ujar Zahira.

Temuan bersama kawannya ini dia peroleh karena menyoroti penutupan TPST Piyungan. Serta adanya kebiasaan masyarakat yang mengolah sampah dengan cara dibakar.
“Semoga nantinya ada orang lain yang mengembangkan penelitian kami,” harapnya. (cr1/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#opsi #kurikulum merdeka #Kabupaten Sleman #olimpiade #BKPP