RADAR JOGJA - Proses rekrutmen petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) Sleman dimulai besok (13/6). Akan ada 3.000 pantarlih yang dibutuhkan pada Pilkada November mendatang.
Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Sleman Huda Al Amna mengaku optimisitis jumlah tersebut bisa terpenuhi.
Nantinya, akan ada dua pantarlih yang ditugaskan di TPS dengan jumlah pemilih lebih dari 400 orang. Sedangkan TPS dengan pemilih di bawah itu, hanya akan diisi satu pantarlih. “Jumlah TPS untuk pilkada ini 1.727,” ujar Huda Selasa (11/6).
Pantarlih sendiri, lanjutnya, bertugas untuk mencocokan data pemilih dari pintu ke pintu. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi tumpang tindih data pemilih.
Nantinya, mereka yang terpilih akan bekerja selama sebulan. Mulai dari 24 Juni hingga 25 Juli. “Pantarlih itu butuh orang yang cermat dan telaten karena ketika datang ke rumahnya belum pasti ada orang ada di situ,” kata Huda.
Petugas pantarlih akan mencocokan data yang diperoleh menggunakan aplikasi e-coklit. Untuk itu, Huda turut mengingatkan soal kemampuan penggunaan gawai. “Data yang dihasilkan oleh pantarlih ini berjenjang dan dipakai sampai DPT berikutnya,” sebut Huda.
Pantarlih pada Pemilu 2024 sekaligus petugas panitia pemungutan suara Pilkada 2024 Peni Nur menjelaskan, pentingnya penguasaan wilayah masing-masing. “Pantarlih itu terjunnya di masyarakat, sedangkan kalau enggak pernah bersosialisasi tapi mau mendata jadinya repot,” pesan Peni. (cr1/eno)