RADAR JOGJA - Saat ditemui di perempatan Monjali, Dakon tengah beristirahat di atas Vespa ekstremnya. Ia mengaku dari Solo dan baru memasuki Yogyakarta. "Saya mau pulang Bekasi, asli sana. Udah hampir enam tahun engga pulang," ungkapnya Selasa (10/6).
Vespa ekstrem sendiri adalah sebutan untuk kendaraan Vespa yang dimodifikasi dengan barang rongsokan seperti botol atau ban bekas. Badan kendaraannya juga dibuat serendah mungkin.
Vespa ekstrem milik Dakon dipenuhi potongan kain, ban bekas, dan barang-barang pribadinya. Ia juga memasang atap di kendaraannya itu agar tidak kepanasan. "Tak ada motivasi khusus, emang suka vespa aja," tutur laki-laki 28 ini saat ditanya soal motivasinya.
Dakon menjelaskan, dengan Vespa ekstrem ini ia bisa menemukan tempat-tempat yang belum pernah didatangi. Ia sendiri mengaku sudah hampir menjelajahi seluruh daerah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Daerah favoritnya adalah Toraja. "Bisa nemu tempat yang enak dan asyik. Setiap daerah beda-beda," tuturnya.
Untuk berkelana, Dakon mencari dana dengan cara mengamen. Sehari ia bisa mendapat uang sekitar Rp 50 ribu yang ia gunakan untuk membeli bensin dan makan. "Kalau dibilang ngganggu ya ngganggu lalu lintas, tapi biarin aja karena ini hobi," tuturnya.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan pandangan masyarakat soal penampilan dan kendaraannya. Kala ditanya masa-masa sulit, Dakon menjelaskan saat mesin kendaraannya rusak. Ia mesti memperbaikinya secara mandiri.
Ia menjelaskan dirinya tidak mengikuti komunitas Vespa ekstrem. "Saya independen aja," ungkap Dakon. (cr1/laz)