RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi memiliki gerakan intervensi stunting Jumat (7/6). Sebagai tindak lanjut dari Surat Mendagri No. 400.5.3/3161/Bangda tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Daerah.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P3AP2KB Sleman Muhammad Daroji menjelaskan, gerakan intervensi stunting sendiri memiliki beragam tujuan. Di antaranya, mendeteksi dini masalah gizi dan meningkatkan cakupan kunjungan datang ke posyandu.
Selain itu, akan diadakan pemberian edukasi mengenai stunting serta melakukan tindakan intervensi pada sasaran yang memiliki masalah gizi.
“Masa pelaksanaan intervensi serentak yang pendek membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak untuk mencapai output dan outcome yang diharapkan,” kata Daroji.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang turut merilis gerakan ini menyebut, angka stunting di Bumi Sembada turun dari 15 persen menjadi 12,4 persen. “Ke depan kita harus pertahankan angka 12,4 persen karena angka stunting ini dinamis dan fluktuatif,” harap Danang.
Danang berkomitmen, untuk menekan kasus stunting dengan penanganan kelompok berisiko dan rentan. Dia juga berharap, seluruh masyrakat bisa menyukseskan gerakan intervensi stunting yang dilaksanakan bulan ini. “Dengan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi demi mewujudkan Sleman zero stunting,” ujar Danang. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika