Di antaranya pembangunan, pemerintahan, pembinaan, dan pemberdayaan.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Wisata Bromonilan, Selasa (4/6).
Ada beberapa usulan bidang pemerintahan. Di antaranya, perbaikan sistem administrasi kependudukan, pengadaan fasilitas penunjang kelembagaan, dan perbaikan sistem administrasi RT/RW.
Untuk usulan bidang pembangunan, seperti perbaikan dan rehabilitasi jalan desa, pemeliharaan jalan padukuhan, serta rehabilitasi fasilitas penunjang kebudayaan.
Usulan pada bidang pembinaan, di antaranya, mengenalkan permainan tradisional melalui karang taruna, pembinaan remaja tentang wawasan kebangsaan, serta pembinaan remaja dan regenerasi pengurus forum anak desa.
Untuk bidang pemberdayaan, seperti pelatihan kepada penyandang disabilitas, pembuatan toko pertanian, dan pelatihan pengelolaan sampah.
"Muskal ini tonggak embrio apa yang akan kami laksanakan," tutur Lurah Purwomartani, Semiono.
Semiono menginginkan musyawarah kali ini tidak semata-mata membahas masalah terkini. Namun, ketika ada insiden mendesak juga bisa ditangani.
"Yang diagendakan adalah jawaban pemerintah atas apa yang dibutuhkan masyarakat Purwomartani," tambahnya.
Dirinya berharap muskal ini bukan acara seremonial semata.
"Kami menggunakan anggaran sekitar Rp 7 miliar ini betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat, tidak sekadar memenuhi pelaporannya," tambahnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Purwomartani, Sartono menjelaskan pihaknya menginginkan kelurahan bisa mencermati anak-anak yang masih stunting.
"Masih ada juga kenakalan remaja dan dewasa di lingkungan atau jalanan, pemerintah bisa membina agar ini bisa terhapuskan," tutur Sartono.
Ia juga mengingatkan soal BUMDes Kelurahan Purwomartani yang masih lemah.
Menurutnya, BUMDes bisa didorong agar bisa meningkatkan pendapatan desa.
Editor : Bahana.