SLEMAN - Proyek revitalisasi Pasar Godean dipastikan tidak bisa selesai tepat waktu pada bulan Mei 2024. Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY selaku pihak yang menaungi pekerjaan fisik pasar tersebut pun membeberkan alasannya.
Baca Juga: Nikmati Keajaiban Ghibli: 3 Cafe di Jogja dengan Suasana Ala Studio Ghibli
Ketua tim PPK Prasarana Strategis II BPPW DIY Raden Haryo Satriyawan mengatakan, ada penambahan waktu selama dua bulan dalam proyek revitalisasi Pasar Godean. Penyebabnya karena ada penyempurnaan dari desain awal, agar nantinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman tidak terbebani ketika mengelola pasar tersebut.
Baca Juga: KPU DIY Belum Lakukan Penetapan Anggota DPRD DIY, Ternyata Ini Penyebabnya
Haryo merinci, penyempurnaan tersebut adalah penambahan penutup sepanjang selasar yang berfungsi untuk meminimalisasi tampias atau kebocoran air hujan. Selain itu, pihaknya masih menunggu desain Makam Mbah Jembrak yang berada di area halaman pasar disetujui oleh Keraton Yogyakarta.
Baca Juga: Terungkap! Penemuan Mayat Dalam Toren di Tangerang Selatan Ternyata Seorang Bandar Sabu
“Proses pekerjaan di lapangan mencapai 80,25 persen sampai Minggu (26/5/2024),” ujar Haryo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Radar Jogja, Kamis (30/5/2024).
Jika dilihat dari waktu pengerjaan, proyek revitalisasi Pasar Godean memang molor menjadi 430 hari kalender dari target sebelumnya yang 360 hari kalender. Pelaksanaan proyek revitalisasi itu dimulai dari tanggal 11 Mei 2023 dan harus bisa selesai pada 13 Juli 2024 mendatang. Artinya sudah berjalan selama 382 hari dan tinggal menyisakan 48 hari lagi.
Proyek tersebut diketahui memiliki pagu anggaran sebesar Rp. 89,88 miliar. Sementara untuk jumlah pekerjanya mencapai 200 orang.
Haryo mengungkap, perencanaan proyek revitalisasi Pasar Godean merupakan hasil sayembara yang dilakukan oleh Pemkab Sleman. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pemilik pekerjaan melaksanakan pembangunan berdasar hasil perencanaan tersebut.
Baca Juga: Motor Hasil Membegal Digunakan untuk Antar Anak Sekolah, Beraksi Pakai Pistol Mainan
“Sampai saat ini tidak ada kendala di lapangan, dan progres pekerjaan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” klaimnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Purwoko Haryadi mengaku, sudah menerima informasi bahwa revitalisasi Pasar Godean ada penambahan waktu pengerjaan. Sehingga tidak bisa selesai sesuai jadwal.
Terkait hal itu, diakuinya, Disperindag Sleman memang tidak bisa berbuat banyak. Lantaran pengerjaan fisik revitalisasi Pasar Godean dikelola langsung oleh Kementerian PUPR melalui BPPW DIY.
Birokrat yang akrab disapa Ipung ini menjelaskan, bahwa dalam revitalisasi Pasar Godean Pemkab Sleman, Disperindag hanya memiliki kewenangan untuk mengelola bangunan pasar. Itupun, setelah pemerintah pusat secara resmi memberikan keputusan pengelolaan pasar kepada Pemkab Sleman.
Baca Juga: Labuh Segoro Wadah Pelajar Kulon Progo Persiapkan Diri, Untuk Cita-Cita Berkarir Menjadi Polisi
Meskipun demikian, pihaknya tetap akan berkomunikasi dengan para pedagang terkait dengan mundurnya target proyek revitalisasi Pasar Godean. Walaupun di sisi lain, Pemkab Sleman sebenarnya juga sudah menyediakan pasar relokasi selama proyek revitalisasi berjalan.
“Kalau dampak mundurnya revitalisasi terhadap para pedagang dari sisi teknis seharusnya tidak, karena fasilitas pasar relokasi cukup lengkap, namun tetap kami sampaikan terkait hal itu,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin