SLEMAN - Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten Sleman sudah mengajukan permohonan cuti besar untuk melaksanakan ibadah haji. Mayoritas pengajuan cuti diketahui berasal dari kalangan guru.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindak lanjut terkait dengan adanya guru yang mengajukan cuti besar. Itu, agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.
Ery menyatakan, jika kepala sekolah yang mengajukan cuti untuk berangkat haji tahun ini, maka pihaknya akan menunjuk pelaksana harian (Plh). Sementara jika guru pengajar yang cuti, maka nantinya akan dikoordinir oleh kepala sekolah untuk mencari guru pengganti.
“Kalau kepala sekolah kita tunjuk Plh. Kalo guru kan bisa diampu guru lain di sekolah itu. Dikondisikan oleh kepala sekolah untuk mengaturnya,” ujar Ery saat dikonfirmasi, Senin (27/5).
Mantan Kepala SMK Negeri 1 Godean itu mengungkap, bahwa dinas sampai saat ini juga masih mendata jumlah kepala sekolah maupun guru yang mengajukan cuti besar. Meski belum menyampaikan secara angka, menurutnya jumlahnya tidak banyak.
Ery pun memastikan, walaupun nantinya ada banyak guru yang mengajukan cuti besar. Hal tersebut tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar bagi siswa, lantaran saat ini sudah memasuki tahun terakhir sekolah.
“Karena kelas terakhir sudah selesai, gurunya bisa diberdayakan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman Budi Pramono menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 66 ASN yang mengajukan cuti besar. Dia pun menegaskan, kalau mayoritas pengajuan berasal dari kalangan guru.
Budi menyebut, bahwa ASN Pemkab Sleman yang mengajukan cuti besar untuk berangkat ke tanah suci kemungkinan juga akan terus bertambah. Sebab, masih ada jadwal keberangkatan haji lain serta yang berasal dari program haji plus.
“Kami pastikan untuk pelayanan publik tidak terganggu, karena mayoritas (pengajuan cuti besar) guru,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin