Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Senin, 27 Mei 2024 | 10:34 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1500 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Minggu 26 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Hasil Leeds United vs Southampton Final Playoff Championship: Gol Tunggal Adam Armstrong Antarkan The Saints Susul Promosi Leicester dan Ipswich

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah timur, dan barat. 

Suhu udara 17.9-25.6 °C, kelembaban udara 30-99 %, dan tekanan udara 872.8-918.8 mmHg. 

Baca Juga: Hasil Persib Bandung vs Madura United Leg Pertama Final Championship Series: Maung Bandung Selangkah Lagi Juara

Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Baca Juga: Pemindahan Kawasan Pemda Kulon Progo sejak 2016 Tak Kunjung Teralisasi, Ini Alasan Pemkab

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Baca Juga: Kenalkan Jamu ke Masyarakat Luas lewat Kegiatan Menarik

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Baca Juga: Dinpar Kulon Progo Berupaya Maksimalkan Keberadaan Plaza Kuliner Pantai Glagah

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman