Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalurahan di Sleman Didorong untuk Kelola Sampah Mandiri, Bupati: Kami Bantu Peralatan

Iwan Nurwanto • Jumat, 24 Mei 2024 | 21:10 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

SLEMAN - Kepala daerah di kabupaten Sleman meminta agar semua kalurahan bisa bergotong royong mengelola sampah. Bahkan pemkab pun siap membantu peralatan pengolah sampah apabila dibutuhkan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pasca penutupan TPA Piyungan, masih ada 111 ton sampah yang belum terkelola. Oleh karena itu, dia meminta agar para lurah di kabupaten Sleman bisa bergotong royong mengelola sampah.

Kustini menyatakan, bahwa pihaknya pun siap memberikan bantuan. Berupa peralatan dan armada pengangkut sampah kepada pemerintah desa, jika memang berkomitmen mengelola sampah. 

“Nanti kita bantu, jika butuhnya alat atau mobil atau motor nanti kita bantu. Karena jika tidak dibantu, tentu tidak akan bisa,” ujar Kustini saat ditemui Rabu (22/5) kemarin.

Orang nomor satu di Sleman itu melanjutkan, sejauh ini beberapa kalurahan memang sudah berencana membangun tempat pengolahan sampah. Adapun yang sudah pasti, di antaranya kalurahan Ambarketawang,Gamping sebanyak dua titik dengan kemampuan mengolah sampah 10 ton.

Kemudian di kalurahan Donokerto, Turi dengan kemampuan pengolahan sampah sebesar 40 ton. Lalu kalurahan Condongcatur,Depok dengan kemampuan pengolahan sampah mencapai 20 ton.

“Selain itu juga ada Caturharjo, namun disana harus buat jembatan dan biayanya cukup mahal,” terang Kustini.

Selain pemerintah kalurahan, Pemkab Sleman juga mendorong agar jajaran pegawainya mau mengelola sampah secara mandiri.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani menyatakan, kalau para ASN diharapkan bisa membuat biopori di rumahnya masing-masing.

Lantaran upaya itu cukup efektif untuk mengurangi produksi sampah organik. Sebab jika 13.400 pegawai Pemkab Sleman kompak membuat biopori, maka ada 6 ton sampah organik yang terkelola.

Epiphana menambahkan, jumlah sampah organik bisa semakin ditekan apabila masyarakat mau untuk ikut mengelola sampah. Dari penghitungannya, jika 4.500 pelanggan depo sampah milik DLH Sleman mau untuk membuat biopori, maka ada 35 ton sampah organik yang mampu dikurangi.

“Kalau semua masyarakat mau (membuat biopori), tentu saja masalah sampah di Sleman bisa teratasi,” katanya belum lama ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kelola #pemerintah desa #Sampah #mandiri