Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Kemarau Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sleman Justru Tinggi, Segini Jumlahnya!

Iwan Nurwanto • Rabu, 22 Mei 2024 | 19:35 WIB
Ilustrasi Nyamuk berwolbachia. (Pinterest/Esoteric Visions)
Ilustrasi Nyamuk berwolbachia. (Pinterest/Esoteric Visions)

SLEMAN - Meski saat ini masih musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman tetap meminta agar masyarakat mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, sampai bulan Mei ini tercatat sudah ada ratusan kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga bulan Mei sudah ada 199 kasus DBD. Jumlah itu naik cukup signifikan dibanding pertengahan bulan April lalu yang jumlahnya 108 kasus.

Yuli sapaanya mengklaim, meski jumlah kasus DBD menjelang pertengahan tahun ini cukup banyak, tingkat fatalitasnya cukup rendah. Sebab untuk junlah kasus yang meninggal dunia hanya ditemukan satu kasus di kapanewon Sleman.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini Dinkes Sleman juga tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus DBD yang terus naik di musim kemarau. Sebab biasanya, perkembang biakan nyamuk aedes aegypti justru masif ketika musim penghujan.

“Hal itu (peningkatan DBD di musim kemarau) sedang menjadi evaluasi kami,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Melihat kondisi itu, dia juga meminta agar masyarakat mulai melakukan pencegahan. Di antaranya dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Disamping Dinkes Sleman juga terus mengoptimalkan peran kader-kader jumantik yang sudah ada pada tiap rumah. Agar kemudian, penyakit demam berdarah di Sleman dapat lebih optimal dalam pencegahannya.

“Dengan berbagai upaya PHBS dan PSN harapannya dapat menekan kasus DBD,” tegas Yuli.

Secara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyo Susanto berharap, agar Pemkab Sleman bisa bergerak cepat menekan peningkatan penyakit DBD. Menurutnya, instansi terkait juga perlu mencari penyebab utama kenaikan kasus DBD di kabupaten Sleman.

Apakah dikarenakan kondisi cuaca atau dampak dari sampah yang terlalu banyak tertimbun yang kemudian memunculkan tempat-tempat berkembangnya nyamuk.

Politisi Gerindra itupun berharap agar program Wolbachia perlu dilanjutkan karena terbukti efektif mencegah penyebaran DBD.  Disamping itu,  juga perlu adanya kesadaran dari masyarakat. Serta sosialisasi yang masif dari pemerintah terkait dengan pencegahan DBD.

“Tidak hanya Dinkes tetapi semua dinas bergerak. Termasuk dinas pendidikan di sekolah-sekolah, Dinas PU memperbaiki drainase, DLH juga. Serta semua dinas-dinas yang lain,” tegas Priyo belum lama ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penderita dbd #musim kemarau #Kabupaten Sleman #meningkat