RADAR JOGJA - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jogja-Jateng menggelar aksi solidaritas Bela Palestina di kawasan Jombor, Mlati, Sleman, Minggu (19/5). Massa menyerukan untuk memboikot produk-produk yang disebut berkaitan dengan Israel.
Peserta aksi menyoroti genosida yang dilakukan Israel. Mereka mulai berdatangan sekitar pukul 12.00 di depan gerai McDonalds Jombor. Mereka terlihat memadati area depan restoran dengan membawa bendera Palestina. Kemudian meneriakkan dukungannya kepada Palestina dan mengutuk serangan Israel.
Aksi yang diikuti sekitar 150 orang itu turut diwarnai dengan pembakaran bendera Israel. Meski begitu, aksi ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Setelah melakukan aksi di depan gerai McDonalds, mereka kemudian bergeser ke arah selatan menuju gerai KFC di kawasan Jombor. Di depan gerai restoran ayam cepat saji itu, massa memasang sejumlah spanduk berisi seruan boikot terhadap produk yang menyokong Israel.
Usai di depan gerai KFC Jombor, massa kemudian bergeser menuju gerai Starbucks di sisi luar Jogja City Mall (JCM). Hanya saja mereka tidak bisa menuju ke halaman depan gerai kopi itu karena polisi telah bersiaga di depan pintu masuk mal. Usai negosiasi, massa hanya bisa melakukan aksi dan orasi di depan pintu JCM.
Koordinator aksi Abdurahman Abdul Zaki mengatakan, aksi memang sengaja digelar di sejumlah gerai waralaba, seperti McDonalds, KFC dan Starbucks. Menurutnya, gerai-gerai itu diduga mengalirkan dananya untuk Israel. "Kami mengutuk keras kelakuan unit usaha yang telah membantu genosida saudara kita di Palestina," katanya kepada wartawan.
Menurutnya, sekarang hal itu masih terjadi dan memprihatinkan. Bahkan dari dunia internasional sudah menyuarakan kegelisahan itu. Namun PBB pun tetap tidak bisa berbuat banyak.
"Kita yang di Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk memboikot produk-produk dari Yahudi. Karena yang dari McDonalds, KFC dan Starbucks sebagian dana aliran ke Israel," ucap Zaki.
Massa aksi menuntut sejumlah gerai waralaba itu untuk ditutup. Setidaknya ada tiga lokasi yang menjadi titik aksi kali ini. "Minimal kalau tidak bisa nutup ya kita menyadarkan umat Islam. Bahwa kalau kita mengonsumsi atau membeli itu, sebagian dananya ke Israel dan untuk membantai saudara kita orang- orang Palestina," sambungnya.
Baca Juga: Forum Rektor Pro-Palestina di UAD Jogja: Terus Gelar Aksi Sampai Palestina Merdeka
Zaki menambahkan, massa aksi menuntut penghentian tindakan keji dan brutal yang dilakukan zionis Israel. Mereka juga menyerukan agar PBB melucuti senjata Israel. (tyo/laz)