Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 21 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.900 Meter

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 19 Mei 2024 | 11:57 WIB
FENOMENA:Aktivitas Gunung Merapi berimbas pada kebakaran daerah vegetasi di lereng sisi barat daya. Berdasarkan catatan BPPTKG penyebab kebakaran adalah lontaran lava pijar dari kawah Gunung Merapi. (DOK. BPPTKG JOGJAKARTA)
FENOMENA:Aktivitas Gunung Merapi berimbas pada kebakaran daerah vegetasi di lereng sisi barat daya. Berdasarkan catatan BPPTKG penyebab kebakaran adalah lontaran lava pijar dari kawah Gunung Merapi. (DOK. BPPTKG JOGJAKARTA)

SLEMAN - Teramati 21 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1900 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Sabtu 18 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Baca Juga: Borussia Dortmund Akhiri Bundesliga dengan Kemenangan, Rayakan Perpisahan Marco Reus di Kandang

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut. 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah barat, dan timur. 

Baca Juga: Bayern Munich Akhiri Musim dengan Menyedihkan dan Finis di Peringkat Ketiga

Suhu udara 17.3-27.5 °C, kelembaban udara 30-99.2 %, dan tekanan udara 871.4-918.8 mmHg. 

Gunung terlihat jelas. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-250 meter di atas puncak kawah. 

Aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Baca Juga: Sempurna, Kalahkan Augsburg, Bayer Leverkusen Sah Tanpa Terkalahkan di Bundesliga Musim Ini

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Baca Juga: Bungkam Bali United 3-0, Persib Bandung Melangkah ke Final Championship Series BRI Liga 1

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Pasar Kangen UNY Bawa  Spirit Kurangi Sampah,  Wadah dan Produknya Tak Boleh Pakai Plastik  

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar