RADAR JOGJA - Ada yang unik dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108. Jika biasanya tukang parkir menggunakan rompi oranye, berbeda dengan di Pasar Cebongan, Mlati yang mengenakan pakaian adat ketika bertugas pada Rabu (15/5).
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan, pihaknya memang menghimbau pengelola parkir maupun juru parkir untuk menggunakan pakain adat jawa. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108.
Arip menyebut, profesi juru parkir untuk dulunya memang dipandang sebelah mata. Namun untuk saat ini justru profesi tersebut tergolong menjadi salah satu pekerjaan yang menjanjikan.
“Diharapkan para pengelola maupun jukir di Kabupaten Sleman ini bangga dengan profesinya dan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Arip dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja Rabu (15/5).
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dishub Sleman Wahyu Slamet menyatakan, kalau pihaknya terus berupaya agar pelayanan perparkiran di kabupaten Sleman bisa optimal. Salah satunya dengan membentuk Forum Parkir Sleman Sembada (Foparmanda) Kabupaten Sleman.
Menurut Wahyu, melalui wadah tersebut pihaknya bekerjasama dengan pengelola parkir akan berupaya memberikan pelayanan dalam hal perparkiran. Di samping itu, juga untuk mengantisipasi pelanggaran parkir berupa parkir nuthuk dan sebagainya.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika