SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman teramati mengeluarkan 3 kali guguran lava pijar arah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1200 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Sabtu 11 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, cerah, dan hujan.
Baca Juga: Crystal Palace Lanjutkan Tren Positif Usai Bungkam Wolves
Angin bertiup lemah ke arah barat.
Suhu udara 16-26 °C, kelembaban udara 60-93 %, dan tekanan udara 838-918.6 mmHg.
Volume curah hujan 3.5 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah tidak teramati.
Baca Juga: Burnley Resmi Terdegradasi Usai Takluk dari Tottenham Hotspurs
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: BRImo Ajak Milenial Yogyakarta Rasakan Mudahnya Transaksi Non Tunai di Festival Pesona Nusantara
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin