RADAR JOGJA - Menjelang Idul Adha 1445 Hijriah, masyarakat perlu mengetahui cara memilih hewan kurban sesuai syariat. Salah satunya dalam kondisi sehat. Ahli peternakan mengimbau agar tidak membeli hewan pemakan sampah dan berpenyakit zoonosis.
Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanung Danar Dono mengatakan, hewan kurban harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku."Dalam syariat harus dewasa. Makanya harus dilihat giginya sudah poel atau belum," kata Nanung, Rabu (9/5).
Sebab dalam memilih hewan kurban ada syarat khusus. Ada syarat mussinah atau dewasa bagi hewan ternak, ditandai dengan pergantian gigi seri susu menjadi gigi seri permanen. "Kemudian hewan ternak tidak boleh sakit, cacat yang kemudian harganya jatuh," ujarnya.
Terlebih belakangan ada juga penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku) dan lato-lato. Kalau hanya PMK dan lato-lato bisa dilihat kondisinya. Jika diobati dan sembuh pada saat hari H, boleh dipakai untuk kurban.Apalagi setelah dicek ternyata berpenyakit zoonosis atau menular ke manusia. Itu tidak boleh digunakan sebagai hewan kurban."Kondisi (hewan ternak) sehat itu ditandai dengan jalannya yang tegap, bulu di kulitnya halus dan mengkilap," ungkapnya.
Kemudian perlu diketahui saat ingin membeli hewan kurban hendaknya menghindari ternak pemakan sampah. Sebab hewan yang berada di tempat tersebut makanannya tidak terkontrol."Bisa saja memakan logam berat seperti merkuri dan mengendap ke sel dan jaringan tubuh," bebernya.
Nanung juga berbagi tips menyimpan dan mengolah daging kurban secara benar. Idealnya daging kurban harus segera dimasak atau disimpan setelah lepas dari tubuh karena semakin lama dibiarkan akan semakin banyak mikroba hidup dan tumbuh di dalam daging tersebut.“Jangan sampai mikroba tumbuh dalam daging sehingga segera masak atau simpan,” terangnya.
Nanung mengingatkan ketika menyimpan daging kurban kualitasnya harus tetap dijaga. Caranya jika kotor segera cuci dengan air bersih dan segera dimasak. Jika kondisi daging masih bersih tidak perlu dicuci dan lngsung bisa disimpan.
Selain itu, saat menyimpan daging kurban diharapkan dipotong kecil-kecil terlebih dulu dan masukan dalam plastik bening ukuran 1 kilogram.“Jangan langsung memasukan daging dalam freezer. Biarkan transit dulu dalam kulkas 12-24 jam terlebih dulu supaya daging tidak alot meski disimpan dalam waktu lama,” kata dosen Fakultas Peternakan UGM ini.
Berapa lama daging kurban bisa bertahan di dalam freezer, menurutnya tergantung kondisi freezernya. Kalau masih bagus, daging kurban bisa bertahan sampai dengan satu setengah tahun. (gun/din)
Editor : Satria Pradika