Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan 28 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1700 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 8 Mei 2024 | 13:27 WIB
FENOMENA:Aktivitas Gunung Merapi berimbas pada kebakaran daerah vegetasi di lereng sisi barat daya. Berdasarkan catatan BPPTKG penyebab kebakaran adalah lontaran lava pijar dari kawah Gunung Merapi. (DOK. BPPTKG JOGJAKARTA)
FENOMENA:Aktivitas Gunung Merapi berimbas pada kebakaran daerah vegetasi di lereng sisi barat daya. Berdasarkan catatan BPPTKG penyebab kebakaran adalah lontaran lava pijar dari kawah Gunung Merapi. (DOK. BPPTKG JOGJAKARTA)

SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman mengeluarkan 28 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). 

Periode pengamatan Selasa 7 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Baca Juga: Disbud DIY Pastikan Tragedi Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Rumah Proyek Revitalisasi Benteng Keraton Jogja, Haknya Ditanggung sesuai Kontrak Kerja

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat. 

Suhu udara 14-27 °C, kelembaban udara 22-99 %, dan tekanan udara 768.1-918.7 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Baca Juga: Proyek Revitalisasi Benteng Keraton Jogja Memakan Korban, Seorang Pekerja Tewas dan Satu Terluka karena Tertimpa Cor Rumah

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25-150 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Baca Juga: DLH Sleman Bantah Buang Sampah ke Gunungkidul, Sebut Kemungkinan Ulah Jasa Angkutan Swasta

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Baca Juga: Ini Harapan KONI DIY Pasca Berziarah ke Makam KGPAA Paku Alam VIII, Ketua KONI DIY Periode Pertama 1967-1985, Yuk Simak!

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Baca Juga: Kejari Bantul Musnahkan Barang Bukti 68 Perkara Tindak Pidana

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar