SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman mengeluarkan 28 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Selasa 7 Mei 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat.
Suhu udara 14-27 °C, kelembaban udara 22-99 %, dan tekanan udara 768.1-918.7 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25-150 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Baca Juga: DLH Sleman Bantah Buang Sampah ke Gunungkidul, Sebut Kemungkinan Ulah Jasa Angkutan Swasta
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Kejari Bantul Musnahkan Barang Bukti 68 Perkara Tindak Pidana
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin