Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peluang Bisnis Kuliner Masih Menjanjikan, Kemenparekraf Dorong Wirausaha Menjadi Food Startup

Gregorius Bramantyo • Jumat, 3 Mei 2024 | 16:35 WIB
Sejumlah pejabat Kemenparekraf, Dinas Pariwisata DIY and pejabat terkait saat membuka Kick Off Food Startup Indonesia 2024 di JW Marriot Yogyakarta, Kamis (2/5/2024).
Sejumlah pejabat Kemenparekraf, Dinas Pariwisata DIY and pejabat terkait saat membuka Kick Off Food Startup Indonesia 2024 di JW Marriot Yogyakarta, Kamis (2/5/2024).

 

RADAR JOGJA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong wirausaha kuliner menjadi food startup. Ini karena usaha kuliner merupakan salah satu usaha dengan tingkat ketahanan yang tinggi. Sehingga peluang untuk terjun ke dalamnya juga masih sangat besar dan menjanjikan.


Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, pihaknya mendorong para pelaku usaha kuliner untuk mendaftar pada program Food Startup Indonesia (FSI). Program tersebut berupa ekosistem yang menyediakan akses terhadap peningkatan kapasitas, pemasaran, dan pendanaan UMKM kuliner.

“Kami harap pelaksanaan FSI 2024 memberikan dampak dan manfaat yang luas bagi pengembangan bisnis kuliner Indonesia agar bisa mendunia serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya saat Kick Off Food Startup Indonesia 2024 di JW Marriot, kemarin (2/5).


Pada program FSI, nantinya akan ada 50 pelaku ekonomi kreatif kuliner yang akan dikurasi. Saat ini ada sekitar 120 pelaku UMKM dari DIY yang turut serta mendaftar. Rizki berharap pelaku ekonomi kreatif dari daerah lain juga turut mendaftar. “Karena buat food startup bukan mulai dari awal, kami ingin memang yang sudah punya kemampuan untuk didorong ke level nasional dan global,” jelasnya.


Pada FSI 2024, kriteria bagi pelaku ekonomi kreatif yang ingin mendaftar sedikit berbeda. Pada FSI 2023, syaratnya omzet masih dibolehkan jika berada di bawah Rp 500 Juta per tahun. Pada FSI 2024, syaratnya omzet harus berada di atas Rp 1,5 Miliar per tahun. “Itu yang bisa kami ambil dan kami dorong untuk investasi. Sekarang itu orientasi kami ke luar, jadi memang yang agak stabil untuk kami dorong ke depan,” kata Rizki.


Slah satu tantangan terbesar dari industri kuliner adalah akses permodalan. Saat ini, menurutnya, ada 71 persen UMKM di bidang kuliner yang modalnya hanya dari diri sendiri. Sehingga masih sedikit yang bisa naik kelas dan berkembang.


Untuk itu, program FSI ini ingin mendukung industri kuliner untuk bisa naik kelas dan berkembang. Agar nantinya bisa menjadi eksporter. FSI adalah bagian dari program pemerintah yang dinamakan Indonesia Spice Up the World yang sudah diluncurkan pada 2021.

Salah satunya adalah mengekspor bumbu dan makanan olahan Indonesia.“Kemudian targetnya terpromosikannya kuliner Indonesia, lalu rumah makan atau restoran Indonesia bisa berkembang di luar negeri, seperti yang dilakukan oleh negara-negara tetangga,” harap Rizki.


Para pelaku ekonomi kreatif kuliner yang telah melalui proses kurasi nantinya tidak hanya dilatih dan dibimbing dari segi untuk mendapatkan akses permodalan saja. Tapi juga dilatih untuk bisa memasarkan produknya.. “Yang terpilih juga akan dibantu izin edarnya oleh BPOM, karena sekarang industri kuliner sudah wajib punya sertifikat halal,” kata Rizki.


Plh Dinas Pariwisata DIY Anita Verawati mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, usaha ekonomi kreatif di DIY mengalami peningkatan yang signifikan. Dari sekitar 300 pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner, 75 persen telah mengikuti kebutuhan konsumen. “Dengan melakukan penjualan secara daring melalui berbagai platform digital, media sosial, marketplace dan e-commerce,” jelasnya.


Anita berharap program FSI 2024 dapat memperluas jangkauan ke pelaku usaha ekonomi kreatif kuliner. Juga dapat menjembatani antara pelaku usaha dengan para investor. Sehingga mampu mengembangkan usaha yang dimiliki oleh masyarakat. “Kami sangat mendukung semua pelaku usaha ekonomi kreatif untuk lebih bersemangat meningkatkan kapasitas dan pemasarannya agar dapat lebih berdaya saing,” ujarnya. (tyo/din)

 

 

Editor : Satria Pradika
#UMKM kuliner #Kemenparekraf #Bisnis kuliner #ekonomi kreatif #food startup indonesia #investasi #BPOM #FSI 2024