Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Yogyakarta Prediksi Hujan Selama Awal Bulan Mei, Begini Rinciannya!

Iwan Nurwanto • Kamis, 2 Mei 2024 | 19:17 WIB
Ilustrasi awan mendung, BMKG Yogyakarta prediksi hujan selama awal bulan Mei.
Ilustrasi awan mendung, BMKG Yogyakarta prediksi hujan selama awal bulan Mei.

SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi ada kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang di awal bulan Mei. Terlebih pada wilayah-wilayah yang berada di sisi utara DIY.


Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, pada Kamis (2/5/2024) cuaca hujan ringan-sedang berpotensi terjadi di wilayah kabupaten Sleman, Gunungkidul bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.


Kemudian esok harinya atau Jumat (3/5/2024) hujan ringan dapat terjadi di sisi utara kabupaten Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

Lalu untuk hari Sabtu (4/5/2024) ada potensi hujan ringan di Sleman serta Kulon Progo.


“Oleh karena itu, selalu perbarui informasi terbaru dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” ujar Warjono dalam keterangannya, Kamis (2/5).


Menurut dia, kondisi cuaca hujan tersebut terjadi karena ada pusat tekanan rendah di Samudra Hindia pada sisi barat Sumatera dan di Samudra Pasifik sisi utara Papua.

Sehingga dampaknya membuat pertemuan arus angin di Sumatera bagian tengah.


Warjono melanjutkan, pantauan Madden - Julian Oscillation (MJO) terpantau di kuadran tiga.

Dampaknya, cukup berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan khususnya di wilayah Indonesia bagian Barat.


Disamping itu, untuk suhu muka laut (SML) baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa terpantau hangat sebesar 29 – 31 celcius.

Serta Anomali Suhu Muka Lautnya terpantau positif (hangat) yaitu sebesar 1.0 – 3.4 celcius dan menambah potensi penguapan/ kandungan uap air dalam atmosfer.


Sementara untuk hasil analisis terkini profil vertikal kelembaban udara terkini di wilayah DIY terpantau pada ketinggian 1.5 – 3.0 kilometer. Yakni berkisar antara 40 – 95 persen dengan kategori cukup basah.


“Sehingga memungkinkan terjadi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY bagian utara pada siang hingga sore hari,” terang Warjono.


Berkaitan dengan prediksi dari BMKG tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro menyatakan, pihaknya sudah mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.


Terlebih pada jenis bencana hidrometeorologi. Seperti pohon tumbang, angin kencang, banjir, serta tanah longsor.


Menurut Bambang, saat ini BPBD Sleman memang lebih fokus terhadap kemungkinan bencana yang terjadi selama masa pancaroba.

Sementara untuk kesiapan menghadapi bencana kekeringan akan disesuaikan dengan prediksi BMKG Yogyakarta.


“Namun baik musim kemarau atau masa pancaroba kami berharap tetap aman terkendali,” tegasnya. (inu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#bulan #Kelembaban #pancaroba #anomali #bmkg yogyakarta #Sleman #Kulon Progo #cuaca #Gunungkidul #Mei #Hujan #BPBD Sleman #prediksi #Selama #suhu