Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Kemarau Diprediksi Mundur, BMKG Yogyakarta Sebut Masa Pancaroba Dapat Terjadi Sampai Akhir Bulan Mei

Iwan Nurwanto • Jumat, 26 April 2024 | 22:20 WIB
PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).
PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).

SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi musim kemarau tahun ini mengalami kemunduran.

Kondisi tersebut juga membuat masa pancaroba terjadi lebih lama.


Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, wilayah Yogyakarta kemungkinan baru mengalami musim kemarau bulan depan.

Sebagian wilayah kemungkinan memasuki kemarau pada awal Mei.

Namun, ada pula wilayah yang memasuki musim kemarau pada akhir bulan.


Reni menyatakan, melihat fenomena tersebut, baik pemerintah maupun masyarakat harus mewaspadai berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

Lantaran dari sekarang hingga akhir bulan Mei, merupakan masa-masa pancaroba atau peralihan musim.


“Kewaspadaannya (potensi bencana hidrometeorologi) dari sekarang sampai bulan Mei. Karena ada yang memasuki kemarau pada akhir Mei,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Jumat (26/4).


Dia menyampaikan, ketika sudah memasuki musim kemarau pun, pemerintah daerah juga harus mewaspadai berbagai potensi bencana.

Sebab, bakal ada potensi bencana berupa kekeringan dan kebakaran hutan.


Selain itu, masyarakat dan pemerintah juga diharapkan mulai bersiap akan adanya potensi kekurangan air bersih.

Terlebih pada wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana kekeringan.


“Kewaspadaan musim kemarau dimulai bulan Mei sampai dengan September mendatang,” ungkap Reni.


Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro menyatakan, pihaknya sudah mulai meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Khususnya, bencana hidrometeorologi. Seperti pohon tumbang, angin kencang, banjir, serta tanah longsor.


Menurut Bambang, saat ini BPBD Sleman memang lebih fokus terhadap kemungkinan bencana yang terjadi selama masa pancaroba.

Sementara untuk kesiapan menghadapi bencana kekeringan akan disesuaikan dengan prediksi BMKG Yogyakarta.


“Namun baik musim kemarau atau masa pancaroba kami berharap tetap aman terkendali,” tegas Bambang. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#pancaroba #Yogyakarta #musim kemarau #tahun ini #BMKG