SLEMAN – TNI Angakatan Udara (AU) akan kedatangan pesawat baru. Tahun 2026, TNI AU akan mendatangkan pesawat tempur rafale. Selanjutnya bertahap sampai dengan 42 pesawat. Selain itu juga melakukan modernisasi radar. Kelengkapan pendukung penerbangan, alutsista dan sejumlah pesawat akan didatangkan sebagai penguatan persenjataan TNI AU dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan, kekuatan Angakatan Udara sangat dipengaruhi kebijakan negara dalam mendukung perihal anggaran.”Tetapi kami akan melakukan yang terbaik dalam menjaga kedaulatan nasional di udara khsusunya," ujarnya pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) ke 78 di Akademi Angakatan Udara (AAU) Adisucipto, kemarin (22/4).
Sebenarnya, HUT AU jatuh pada 9 April. Pelaksanaan baru dilaksanakan kemarin, karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Tema yang dipilih adalah adaptif, modern, profesional, unggul dan humanis serta dicintai rakyat untuk menjaga kedaulatan nasional. Upacara sederhana diikuti 1.025 personel dan dimeriahkan fly pass untuk merefleksikan Angkatan Udara. Demonstrasi udara ini terdiri dari beberapa alat utama sistem persenjataan yang dimiliki TNI AU. Di antaranya, pesawat Grob G 120 TPA, KT-1B Wongbee, C-130 J Super Hercules, T-50 i Golden Eagle, dan F-16 Fighting Falcon.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara atas profesionalitas, dedikasi, dan militansinya dalam setiap pelaksanaan tugas. Salah satu apresiasi tersebut karena sebuah capaian prajurit TNI AU yang berhasil melaksanakan misi bantuan kemanusiaan ke Palestina. "Misi yang dilaksanakan adalah logistic air drop di Jalur Gaza dengan menggunakan pesawat C-130 J Super Hercules, dalam rangka membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika