Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hingga April DBD di Sleman Capai 108 Kasus, Penderita Mayoritas Usia Produktif, Komisi D DPRD Sleman Desak Semua Dinas Bergerak

Iwan Nurwanto • Sabtu, 20 April 2024 | 00:55 WIB
Kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan di berbagai daerah, termasuk di DIY.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan di berbagai daerah, termasuk di DIY.

SLEMAN - Temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten Sleman hingga pertengahan April ini tergolong cukup tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, bahkan, mencatat ada ratusan kasus yang mayoritas menyerang masyarakat usia produktif.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga saat ini pihaknya mencatat ada 108 kasus DBD di Kabupaten Sleman.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 kasus diantaranya menyerang masyarakat usia produktif dengan mobilitas tinggi.


Yuli sapaanya menjelaskan, usia produktif yang dimaksud dibedakan dengan dua kategori.

Mulai dari usia 6-18 tahun dengan jumlah 44 kasus, yang 26 kasus di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 18 orang perempuan. Serta kategori usia 19-44 dengan temuan 39 kasus.

Di mana, 19 kasus di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 20 kasus merupakan perempuan.


“Untuk kasus DBD meninggal dunia ada satu kasus di kapanewon Sleman. Semoga tidak ada lagi penambahan,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Jumat (19/4).


Menurut dia, upaya pencegahan terjadinya peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sleman bisa dilakukan oleh masyarakat.

Di dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


Disamping itu, Dinkes Sleman juga terus mengoptimalkan peran kader-kader jumantik yang sudah ada pada tiap rumah.

Sehingga kemudian, pencegahan penyakit demam berdarah di Sleman dapat lebih optimal.


“Dengan berbagai upaya PHBS dan PSN harapannya dapat menekan kasus DBD,” ungkap Yuli.


Secara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyo Susanto turut menyoroti banyaknya kasus DBD di Bumi Sembada.

Dia berharap Pemkab Sleman bisa bergerak cepat menekan peningkatan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.


Priyo menyatakan, bahwa instansi terkait juga perlu mencari penyebab utama kenaikan kasus DBD di Kabupaten Sleman.

Apakah dikarenakan kondisi cuaca atau dampak dari sampah yang terlalu banyak tertimbun yang kemudian memunculkan tempat-tempat berkembangnya nyamuk.


Politisi Gerindra itupun berharap agar program Wolbachia perlu dilanjutkan karena terbukti efektif mencegah penyebaran DBD.

Di samping itu, juga perlu adanya kesadaran dari masyarakat. Serta sosialisasi yang masif dari pemerintah terkait dengan pencegahan DBD.


“Tidak hanya Dinkes tetapi semua dinas bergerak. Termasuk dinas pendidikan di sekolah-sekolah, Dinas PU memperbaiki drainase, DLH juga. Serta semua dinas-dinas yang lain,” tegas Priyo. (inu)

 

Editor : Amin Surachmad
#Sleman #dinkes #dinas kesehatan #bergerak #kabupaten #april #temuan kasus #DBD #demam berdarah dengue