SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman teramati mengeluarkan 10 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng (barat daya) dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis 18 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi mendung.
Angin bertiup tenang ke arah timur dan barat.
Suhu udara 18.7-26.5 °C, kelembaban udara 68-99 %, dan tekanan udara 872-918.5 mmHg.
Volume curah hujan 15 mm per hari.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 175 m di atas puncak kawah.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca Juga: Wakil Bupati Kebumen Ristawati Akan Daftar Jadi Calon Bupati melalui DPP PDIP
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Momen Unik timnas Indonesia v Australia di Piala Asia U23 2024, Jeam Kelly Kena Tabok Shin Tae-yong
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia v Australia: Ernando Ari Terbaik, Komang Teguh Pastikan Tiga Poin Garuda Muda
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin