Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target Maksimal Saat Libur Lebaran Tak Tercapai, Komisi B DPRD Sleman Minta Pemkab Gencarkan Promosi Wisata

Iwan Nurwanto • Kamis, 18 April 2024 | 21:58 WIB
Ketua Komisi B DPRD Sleman Dedie Kusuma. (Dok DPRD Sleman)
Ketua Komisi B DPRD Sleman Dedie Kusuma. (Dok DPRD Sleman)

SLEMAN - Target kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman saat libur lebaran tahun ini gagal menyentuh target maksimal yang sudah ditentukan.

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman pun mendorong agar pemerintah lebih gencar dalam promosi wisata.


Ketua Komisi B DPRD Sleman Dedie Kusuma mengatakan, tidak tercapainya target maksimal kunjungan wisatawan pada libur lebaran sejatinya bukan masalah besar.

Namun, hal tersebut harus menjadi perhatian, supaya wisatawan yang datang ke Sleman tidak terus mengalami kemerosotan.


Dedie menilai, pemerintah yang dalam hal ini Dinas Pariwisata Sleman juga harus lebih giat dalam melakukan promosi wisata.

Entah itu melakukan kunjungan keluar daerah atau melalui media massa. Agar harapannya banyak wisatawan yang berkunjung ke Sleman.


Lebih lanjut, politisi PDIP itu pun akan mendukung apabila Pemkab Sleman nantinya terus mengembangkan destinasi wisata berbasis padukuhan.

Sebab, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Baik itu dari pengelolaan destinasi maupun penjualan UMKM.


“Kita support jika pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata atau Disperindag lebih mengoptimalkan wisata unggulan, apalagi yang berbasis padukuhan atau kalurahan,” ujar Dedie saat dihubungi, Kamis (18/4).


Diakuinya, pada momen libur lebaran tahun ini memang hampir seluruh wilayah di DIY mengalami penurunan jumlah wisatawan karena berbagai faktor.

Seperti mulai banyaknya destinasi wisata di luar DIY. Serta masa liburan yang mungkin terlalu panjang.


Meskipun demikian, Dedie tetap berharap agar Pemkab Sleman kedepannya bisa lebih memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya.

Sehingga target PAD yang berasal dari sektor retribusi wisata tetap bisa tercapai.


“Yang terpenting target minimal tercapai, walaupun target maksimalnya belum dapat tercapai,” tutur Dedie.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid membeberkan, selama periode libur lebaran dari tanggal 5-15 April 2024 ada sebanyak 339.261 pergerakan wisatawan.

Angka itu memang masuk dalam target yang sudah ditentukan.


Namun, belum dapat menyentuh angka maksimal yang sudah dipatok oleh instansi tersebut.

Lantaran Dinas Pariwisata Sleman sudah menentukan target kunjungan selama libur lebaran tahun ini sebanyak 300 ribu sampai 450 ribu wisatawan.


Menurut Ishadi, rendahnya tingkat kunjungan wisatawan pada periode libur lebaran 1445 Hijriah tidak lepas dari masa libur lebaran yang bertepatan dengan periode low season kunjungan wisatawan.

Kondisi tersebut pun diprediksi akan berlangsung sampai dengan tahun 2032 mendatang.


Terkait hal tersebut, ada beberapa upaya yang perlu dilaksanakan secara berkesinambungan. Seperti melalui promosi pariwisata secara berkelanjutan melalui kegiatan Travel Dialog dan Table Top. Promosi luar ruang seperti pemasangan baliho di luar DIY.


Lalu keikutsertaan dalam pameran pariwisata skala nasional internasional. Serta peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui penataan kawasan pariwisata dan peningkatan sumberdaya pariwisata.


“Tentunya, hal tersebut harus dilaksanakan bersama antar instansi pemerintah terkait,” ungkap Ishadi. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#komisi b #DPRD Sleman #libur lebaran #Kunjungan Wisatawan