Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan 27 Kali Guguran Lava Pijar dan Satu Kali Awan Panas Guguran

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 18 April 2024 | 15:11 WIB
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)

SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman tercatat mengeluarkan 27 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.

Terdengar 1 kali suara guguran dengan intensitas sedang dari Pos Babadan. 

Teramati 1 kali awan panas guguran ke arah kali Bebeng dengan jarak luncur 1000 meter. 

Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Kamis, 18 April 2024

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), periode pengamatan Rabu 17 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Cuaca di Gunung Merapi mendung, dan hujan. 

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur. 

Suhu udara 18-26.5 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 837.9-918.8 mmHg. 

Baca Juga: Terjadi 22 Kecelakaan, Dua Korban Jiwa dan 34 Luka, Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Gunungkidul

Volume curah hujan 13 mm per hari. 

Asap kawah Gunung Merapi tidak teramati. 

Aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

Baca Juga: Pernah Jadi Andalan STY tapi Jadi Korban Dokter Palsu, Saddam Siap Bangkit

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Targetkan 97 Ribu Yang Datang 68 Ribu, Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur Meleset

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Wajib Belajar Unggah-Ungguh, Bagi Mahasiswa Luar Daerah yang Kuliah di Jogjakarta

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Awan Panas #lava pijar