RADAR JOGJA - Lahan padi seluas 6.868 hektare di Kabupaten Sleman ditarget bisa panen bulan ini. Jumlan ini pun lebih tinggi dibandingkan Maret, dengan luasan panen padi mencapai 4.051 hektare.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Sleman Suyanto mengatakan, Januari hingga April tahun ini lahan yang panen diharapkan mampu menyentuh angka 12.609 hektare. Agar kemudian target ketersediaan beras sebesar 25.553 ton bisa tercapai.
“Sehingga diharapkan mampu mencukupi kebutuhan beras selama Lebaran,” ujar Suyanto.
Menurutnya, kondisi cuaca dan iklim pada tahun lalu cukup dipengaruhi fenomena El Nino. Dampaknya membuat sebagian wilayah di Jogjakarta mengalami kemarau panjang dari Agustus sampai Desember 2023.
Kondisi itu, disebut Suyanto sangat berdampak pada sektor pertanian khususnya tanaman padi. Terlebih pada tahun lalu, Selokan Mataram juga dimatikan sementara. Hal ini puun tentunya sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air.
Suyanto menilai, situasi tersebut menyebabkan mundurnya musim tanam. Dari target tanam Oktober hingga Desember 2023, sekitar 10.000 hektare lahan yang mengalami kemunduran masa tanam.
Adapun wilayah yang sangat terdampak kondisi itu berada di kawasan Sleman barat. Sehingga masa tanam pun baru bisa terealisasi pada Januari dan Februari. “Dengan mundurnya waktu tanam tentu diikuti dengan mundurnya waktu panen,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, pemerintah kini juga tengah fokus untuk menggenjot hasil budi daya tanaman sehat. Salah satu yang sudah berhasil panen berada di Kelompok Tani Harapan Pencar, Sindumartani, Ngemplak.
Kegiatan tersebut merupakan berita baik untuk kembali menstabilkan suplai bahan pokok yang sempat mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang. “Saya harap keberhasilan panen raya ini juga memotivasi kelompok tani lalin dalam memproduksi padi secara maksimal,” pesan Kustini. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika