Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Minggir Akan Beroperasi sebelum 16 April

Sevtia Eka Nova • Selasa, 9 April 2024 | 16:30 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani.IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani.IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA 

RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman kini tengah mengebut pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Minggir. Bahkan pengolahan sampah yang berlokasi di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir itu ditarget bisa beroperasi sebelum 16 April saat TPST Piyungan ditutup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, uji coba akan dilakukan sebelum 16 April. Sehingga saat penutupan TPST Piyungan, TPST Minggir sudah bisa beroperasi. Agar kemudian penumpukan sampah dampak dari penutupan TPA Piyungan bisa diantisipasi lebih awal. "Sebelum 16 April harus sudah selesai, agar bisa segera uji coba dan beroperasi,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Diketahui, pembangunan TPST Minggir kini sudah memasuki tahap akhir. Proyeknya tinggal menyelesaikan pembangunan jalan untuk akses truk pengangkut sampah menuju depo. Sementara untuk peralatan pengolahannya sudah terpasang dan tinggal digunakan.

Menghadapi penutupan TPST Piyungan, dia juga meminta agar semua pihak bisa ikut berpartisipasi. Karena jika masalah sampah hanya dibebankan kepada pemerintah, tentu tidak akan selesai secara optimal. Terlebih ada sekitar 120 ton sampah yang belum bisa dikelola meski TPST Tamanmartani dan TPST Minggir sudah beroperasi.

Oleh karena itu, Epiphana mendorong agar masyarakat mulai memaksimalkan kembali jugangan, komposter, dan lubang biopori untuk mengolah sampah organik. Di sisi lain, menurutnya Pemkab Sleman kini juga tengah membentuk kerja sama dengan salah satu universitas di Jigjakarta untuk membantu pengolahan sampah.

“Kita juga akan kerja sama dengan UPN Veteran karena mereka bisa memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk,” ungkapnya.

Epiphana pun mengimbau, saat libur Lebaran masyarakat untuk mengelola sampahnya. Sebab, pada 10 dan 11 April yang bertepatan Hari Raya Idul Fitri, operasional TPST Tamanmartani akan diliburkan.

Menurut Epiphana, upaya untuk mengurangi timbunan sampah saat lebaran dapat dilakukan dengan tidak meninggalkan begitu saja koran dan plastik. Yang biasa digunakan untuk alas salat Ied. Atau diharapkan bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Jika masyarakat dapat melakukan berbagai upaya pengolahan sampah dari rumah. Mantan Sekretaris Dinsos Sleman itu optimistis selama libur lebaran ini tidak akan ada peningkatan jumlah sampah yang signifikan. Sebab, ada kemungkinan saat libur Lebaran nanti masyarakat Sleman justru banyak yang pergi keluar kota untuk mudik. Meskipun demikian, memang ada prediksi sampah dari wisatawan yang memilih berlibur di Bumi Sembada.

“Produksi sampah belum tentu naik sesuai jumlah pemudik,” ungkap Epiphana.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Beny Suharsono menyampaikan, kondisi riil TPST Piyungan secara matematis sudah tak ada ruang lagi untuk menampung pembuangan sampah. Bahkan transisi dua yang disiapkan untuk memperpanjang usia TPST pun hanya mampu bertahan hingga akhir Maret. "Kita hanya bisa menerima (sampah, Red) sampai akhir April, lock itu,” sebut Beny. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#TPST Minggir #DLH Sleman #Kabupaten Sleman #TPST Piyungan