SLEMAN - Puluhan sopir bus di Terminal Tipe B Jombor, Sleman menjalani tes urine pada Jumat (5/4) untuk mengidentifikasi penggunaan narkoba.
Dalam kegiatan yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY itu nihil temuan positif.
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Andi Fairan mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran.
Sekaligus, untuk memastikan agar para sopir angkutan bus di Terminal Jombor bebas dari penggunaan obat-obatan terlarang.
Andi mengungkap, dari beberapa sopir bus yang diperiksa tidak ada satupun yang terindikasi menggunakan narkoba.
Dia pun berharap masyarakat yang pulang ke daerahnya masing-masing menggunakan angkutan darat tersebut bisa aman dan lancar.
Menurut dia, pemeriksaan para sopir bus itu penting dilakukan menjelang lebaran tahun ini.
Pasalnya, jika pengemudi bus menggunakan narkoba dapat membahayakan perjalanan penumpang.
“Kami ingin meyakinkan bahwa pengemudi angkutan layanan mudik dalam kondisi sehat dan steril tidak menggunakan narkoba,” katanya di sela kegiatan.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY Agnes Dhiany Indria Sari mengaku, sangat menyambut baik kegiatan tersebut.
Sebab, keamanan penumpang merupakan hal utama. Terlebih pada masa mudik lebaran seperti sekarang.
Baca Juga: Dianulir Batal Dihentikan Sebulan, Liga 1 Akan Kembali Bergulir 15 April
Dia pun berharap, kegiatan semacam itu dapat terus dilakukan rutin menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Agar kemudian, para penumpang bus di Terminal Jombor bisa mendapatkan jaminan keselamatan dan keamanan ketika menggunakan angkutan bus.
“Kedepannya kami berharap terus bersinergi untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan mudik dan balik lebaran," katanya.
Sementara itu, salah satu sopir bus yang ikut dalam tes urine Paeran menyampaikan, kalau kegiatan tersebut cukup positif.
Karena penggunaan obat-obatan terlarang bagi pengemudi bus sangat membahayakan penumpang dalam proses perjalanan.
Menurut dia, bagi kalangan sopir bus sendiri narkoba kerap digunakan untuk doping ketika menyetir.
Namun, hal tersebut dapat memiliki dampak buruk karena dapat menurunkan fokus pengemudi.
“Bagi kami tes seperti ini tidak masalah, justru sangat mendukung demi kelancaran bersama,” ungkapnya. (inu)