JOGJA - Sebagai wujud komitmen menjaga alam, Pemprov DIY melakukan penanaman pohon di bekas lahan tambang di lereng Merapi.
Sebelumnya, lahan tersebut dilakukan penambangan oleh oknum tak bertanggung jawab. Namun, telah ditutup lantaran merusak lingkungan.
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, upaya menjaga alam diterapkan di beberapa lahan bekas tambang di lereng Merapi.
Termasuk, lahan bekas tambang di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, yang menjadi lokasi pencanangan rehabilitasi lahan berupa penanaman pohon.
Ada beberapa jenis pohon yang ditanam. Di antaranya, kepel, pronojiwo, tesek, kemenyan, bulu, dan berasan.
"Karena kegiatan menambang di wilayah ini saya anggap merusak lingkungan, kami pun pada waktu itu menutup tambang di sini. Kami juga ingin dan berjanji kepada masyarakat, Merapi itu gunung, jadi lingkungannya harus kembali ke gunung, bukan ditambang. Kalau mau menambang sudah ada lokasinya sendiri, yaitu di pinggir kali,” kata HB X Rabu (3/4).
HB X menjelaskan segala bentuk perbuatan yang merusak lingkungan akan ditindak tegas, sebagai wujud komitmen Pemprov DIY menjaga alam.
HB X berharap, rehabilitasi lahan yang dilakukan ini dapat berjalan dengan baik kelanjutannya.
Sebab, kondisi lingkungan sisi utara DIY ini disebut haruslah terus baik sebagai kawasan penyuplai air untuk seluruh kawasan DIY.
Terlebih, setiap tahunnya, kebutuhan air DIY semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk DIY.
“Saya berharap tanaman yang telah ditanam ini bisa diopeni (dipelihara) dengan baik. Jika ada yang mati, bisa segera diganti," ujarnya.
Dan bagi warga masyarakat khususnya yang berada di lereng Merapi.
Diminta agar bisa memanfaatkan lahan yang ada tersebut dengan efektif, efisien, dan bisa menumbuhkan mata air-mata air baru sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo mengatakan, upaya perbaikan lingkungan melalui rehabilitasi hutan dan lahan yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Dengan mengedepankan kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan rehabilitasi lahan secara tidak langsung juga untuk meningkatkan kondisi tata air, baik kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya," katanya.
Menurutnya, penanaman pohon juga menjadi pengendalian erosi dan sedimentasi melalui teknik konservasi tanah dan air.
Rehabilitasi lahan di kawasan penyangga Gunung Merapi ini juga menjadi dalam usaha mendukung sinergitas menyelamatkan sumber daya air.
"Hal ini sejalan dengan tema ulang tahun DIY ke-269 yang bertema Maju Sejahtera Berkelanjutan Dijiwai Kebudayaan dan Keistimewaan," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad