Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hingga Maret, Kunjungan Wisata di Sleman Baru Sentuh 16 Persen Dari Target

Iwan Nurwanto • Jumat, 5 April 2024 | 02:03 WIB
DESTINASI: Suasana kunjungan wisata di destinasi wisata yang dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. (DOKUMENTASI HUMAS PT TAMAN WISATA CANDI)
DESTINASI: Suasana kunjungan wisata di destinasi wisata yang dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. (DOKUMENTASI HUMAS PT TAMAN WISATA CANDI)

SLEMAN - Jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Sleman pada triwulan pertama tahun ini masih jauh dari target.

Dinas Pariwisata Sleman mencatat persentasenya berada pada kisaran 16 persen.


Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, jumlah pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman hingga akhir bulan Maret mencapai 1,2 juta wisatawan.

Kunjungan itu didominasi wisatawan Nusantara dengan jumlah keseluruhan 1,14 juta wisatawan.


Menurut dia, jumlah tersebut setara dengan 16,04 persen target kunjungan selama tahun 2024 sebanyak 7,5 juta wisatawan.

Adapun untuk destinasi favoritnya masih berkutat di Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Kaliurang, dan Tebing Breksi.


Kemudian untuk capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga bulan Maret, mantan Panewu Prambanan itu mengungkap, sudah menyentuh Rp 64,5 miliar atau setara dengan 21,33 persen dari target Rp 302,7 miliar pada tahun ini.


“Pergerakan wisatawan dalam negeri di Kabupaten Sleman didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa sebesar 85,06 persen,” ujar Ishadi, Kamis (4/4).


Sementara untuk target khusus di libur Hari Raya Idul Fitri, dia berharap, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman bisa menyentuh kisaran 300 sampai 400 ribu orang.

Target tersebut dihitung selama masa libur lebaran dari tanggal 5 April hingga 15 April 2024.


Ishadi menambahkan, selama masa libur panjang itu pihaknya juga optimis perputaran uang wisatawan bisa menyentuh kisaran Rp 600 miliar sampai Rp 2,8 triliun. 

Itu meliputi perbelanjaan suvenir, akomodasi, makan dan minum, tiket masuk wisata, serta pembelian oleh-oleh.


“Lama tinggal wisatawan untuk masa libur lebaran kami prediksi bisa mencapai 2 sampai 2,5 hari, dengan okupansi hotel 75 sampai 90 persen,” terangnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berharap, instansi terkait bisa bersiap menyambut wisatawan pada musim libur lebaran tahun ini. 

Sebab, menurutnya, bakal ada 4 juta orang bakal masuk ke Kabupaten Sleman.


Danang menyampaikan, bahwa mayoritas pemudik nantinya juga akan lebih banyak menggunakan moda transportasi darat.

Seperti kereta api sebesar 20,3 persen, lalu bus sebesar 19,4 persen, kendaraan pribadi berupa mobil sebanyak 18,3 persen, dan sepeda motor sebanyak 16,7 persen.


Oleh karena itu, dia berharap, agar pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian bisa melakukan berbagai persiapan.

Khususnya, dalam upaya mengurai kepadatan kendaraan pada titik-titik rawan macet.

Termasuk, pada ruas jalan menuju destinasi wisata.


“Menghadapi lebaran ini harus disiapkan upaya antisipasi pada jalan-jalan yang akan dilalui pemudik," pesan Danang. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#kunjungan wisata #Kabupaten Sleman