SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman teramati mengeluarkan 16 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Rabu 3 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: JAWA POS RADAR JOGJA, Kamis 4 April 2024
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.
Suhu udara 16-25.9 °C, kelembaban udara 30-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 14 mm per hari.
Asap kawah tidak teramati.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Geger Klithih Bawa Beceng, Ternyata Air Gun
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Dua Makam Terdampak Tol Jogja-Solo di Bayen, Purwomartani Tak Kunjung Direlokasi
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin