Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan 16 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 4 April 2024 | 15:09 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman teramati mengeluarkan  16 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). 

Periode pengamatan Rabu 3 April 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Baca Juga: JAWA POS RADAR JOGJA, Kamis 4 April 2024

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

Suhu udara 16-25.9 °C, kelembaban udara 30-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.8 mmHg. 

Baca Juga: Antisipasi Macet di Jalur Mudik dan Wisata, Polres Gunungkidul Siapkan Rekayasa Lalin dan Jalur Anternatif

Volume curah hujan 14 mm per hari. 

Asap kawah tidak teramati. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga). 

Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Baca Juga: Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pengunjung, Seluruh Wahana di TKL Ecopark Diperiksa Kelaikannya, Pantai Dewa Ruci Purworejo Siapkan Pertunjukan Seni

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Geger Klithih Bawa Beceng, Ternyata Air Gun

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Dua Makam Terdampak Tol Jogja-Solo di Bayen, Purwomartani Tak Kunjung Direlokasi

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sleman #Merapi #Awan Panas #lava pijar