RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan pemeriksaan terhadap berbagai jenis makanan takjil yang dijual di pasar Ramadan Kutu Dukuh, Mlati, pada Rabu (3/4). Dalam kegiatan itu instansi tersebut tidak menemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Ketua Ketua Tim Kerja Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman Gunanto mengatakan, pemantauan makanan takjil di bulan Ramadhan memang rutin dilakukan. Kegiatan yang dilaksanakan di pasar Ramadan Kutu Dukuh sendiri merupakan yang keempat kalinya.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya, mengambil sampel makanan yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya. Kemudian dilakukan uji cepat untuk mendeteksi apakah ada kandungan formalin, boraks, rhodamin, atau metanil pada makanan dijual.
Dia mengungkapkan, kalau dari total 19 sampel yang sudah diuji pihaknya tidak menemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Artinya, sebagian besar hidangan takjil yang dijual di pasar ramadhan Kutu Dukuh aman dikonsumsi.
“Untuk hasil uji cepat parameter boraks, formalin, rhodamin-B dan metanil yellow, dari 19 sampel semua negatif,” ujar Gunanto kepada Radar Jogja Rabu (3/4).
Dia menjelaskan, bahwa kegiatan pemantauan makanan takjil itu dilakukan untuk memastikan keamanan bahan makanan yang dijual oleh pedagang selama bulan Ramadan ini. Sehingga kemudian masyarakat pun tidak mendapatkan dampak buruk dari penggunaan bahan kimia berbahaya.
Lebih lanjut, menurut Gunanto, dampak dari penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan memang perlu diwaspadai. Sebab jika dikonsumsi secara sering dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pencernaan. Sementara untuk efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kerusakan organ hati.
“Jadi masyarakat berdagang melakukan penjualan makanan takjil, namun disisi lain masyarakat juga punya hak untuk mendapatkan makanan yang aman, disitulah pemerintah hadir untuk memastikan keamanannya,” tandas Gunanto. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita