Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Forum Jaga Warga Minta Peningkatan Jalan Godean-Ngapak Dipercepat, Spanduk Protes Tetap Dipasang Selama Lebaran

Iwan Nurwanto • Selasa, 2 April 2024 | 23:24 WIB
KRITIK: Spanduk kritikan jalan rusak terpasang di jalan Godean-Ngapak, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Sabtu (30/3).
KRITIK: Spanduk kritikan jalan rusak terpasang di jalan Godean-Ngapak, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Sabtu (30/3).

SLEMAN - Forum Jaga Warga Moyudan dan Minggir mendesak agar peningkatan Jalan Godean-Ngapak segera dilakukan oleh Pemprov DIY.

Massa pun akan tetap memasang spanduk protes yang sudah dipasang selama Hari Raya Idul Fitri tahun ini.


Koordinator Jaga Warga Moyudan dan Minggir Senaja mengatakan, pihaknya memang tetap berharap agar program peningkatan kualitas jalan Godean-Ngapak bisa segera diselesaikan.

Sebab, menurutnya, ruas jalan tersebut terdapat kerusakan yang dapat membahayakan pengguna jalan.


Dia mengungkap, agar peningkatan ruas jalan tersebut bisa segera diselesaikan.

Pihaknya dalam waktu dekat ini juga akan segera membuat surat terbuka yang ditujukan oleh Gubernur DIY dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY.


Menurut Senaja, terkait dengan tindak lanjut perbaikan jalan yang sebelumnya diprotes warga memang sudah dilakukan. Hanya memang masih sebagian.

Lantaran dari total panjang 8 kilometer jalan yang rusak baru 1,5 kilometer yang sudah diselesaikan peningkatannya.

Selain itu, juga dilakukan penambalan pada sebagian lubang-lubang yang ada.


“Intinya kami meminta agar peningkatan jalan Godean-Ngapak bisa diselesaikan. Kalau bisa 2025 (diselesaikan),” ujar Senaja saat dikonfirmasi, Selasa (2/4).


Melihat belum selesainya program peningkatan jalan. Ia pun memastikan, kalau forum jaga warga tetap akan memasang spanduk imbauan dan protes yang sudah dipasang oleh warga sebelumnya.

Bahkan, hingga masa arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri tahun ini.


Sebagaimana diketahui, pemasangan spanduk himbauan dan protes itu dilakukan oleh warga agar tidak timbul lagi korban jiwa akibat kondisi Jalan Godean-Ngapak yang rusak.

Pasalnya, sudah ada puluhan pengguna jalan yang luka-luka hingga tewas akibat kecelakaan karena kontur jalan provinsi tersebut yang berlubang dan bergelombang.


Menurut dia, rusaknya Jalan Godean-Ngapak memang sudah berlangsung puluhan tahun.

Namun kondisinya semakin parah usai adanya proyek penggalian pipa SPAM Kartamantul beberapa waktu lalu.


“Kami berharap agar Pemda DIY melakukan rehab total karena lebih dari 20 tahun tidak dilakukan rehab, kondisi jalan Godean-Ngapak juga cukup parah dan berbahaya,” terang Senaja belum lama ini.


Sebelumnya, Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menyampaikan, bahwa perbaikan atau peningkatan Jalan Godean pada prinsipnya telah masuk proses lelang.

Adapun Pekerjaannya menjadi tanggung jawab provinsi dan ditarget selesai pada awal April.


Raja Keraton itu tidak menampik jika perbaikan jalan provinsi yang rusak itu masih terkendala akibat keterbatasan anggaran.

Di samping itu, waktunya juga harus menyesuaikan dengan perencanaan anggaran di bulan tertentu saat penyusunan APBD.


"Perbaikan kan nanti tergantung waktunya anggaran. Kalau belum ada waktunya anggaran juga susah, tapi yang penting ditambal dulu. Kalau hujan (agar) tidak ada korban, orang kan belum tentu tahu kalau itu berlubang," ungkap HB X. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #Ngapak #jalan Godean #jaga warga