Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Ibu Hamil di Sleman Diprediksi Melahirkan Saat Cuti Bersama Lebaran, Pemkab Siaga

Iwan Nurwanto • Senin, 1 April 2024 | 22:53 WIB
SIAGA: Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih.
SIAGA: Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih.

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyebut ada ratusan ibu hamil (bumil) yang hari perkiraan lahirnya (HPL) bersamaan dengan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Pemerintah setempat pun melakukan langkah mitigasi dengan menyiagakan beberapa rumah sakit persalinan.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Esti Kurniasih mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya ada 464 bumil yang HPL-nya bersamaan dengan cuti bersama lebaran.

Terhitung dari tiga hari sebelum (H-3) dan lima hari setelah (H+5) Hari Raya Idul Fitri.


Esti mengungkap, ibu hamil yang hari lahir bayinya bertepatan dengan cuti hari raya itu memang perlu dilakukan langkah mitigasi.

Agar kemudian tetap dapat terlayani kebutuhan persalinannya selama masa libur panjang tahun ini.


Oleh karena itu, sambungnya, Dinkes Sleman sudah menyiapkan kanal komunikasi bagi ibu-ibu hamil di kabupaten Sleman.

Selain itu, juga telah disiagakan fasilitas kesehatan (faskes) atau rumah sakit di untuk melayani persalinan maupun konsultasi kehamilan.


“Dinkes melalui puskesmas sudah mempunyai grup whatsapp masing-masing dengan bumil-nya untuk pemantauan wilayah setempat (PWS). Faskes juga sudah siapkan untuk pelayanan PONED (puskesmas rawat inap) dan PONEK (Rumah sakit PONEK,” ujar Esti kepada Radar Jogja, Senin (1/4).


Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, bahwa selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri atau terhitung 7-15 April 2024 pemkab akan terus meningkatkan kesiapsiagaan. Baik itu sumber daya pelayanan maupun fasilitas kesehatan.


Kustini membeberkan, untuk pelayanan di puskesmas rawat inap akan buka selama 24 jam.

Kemudian untuk puskesmas non rawat inap akan buka dari pukul 07.30 sampai 20.00 selama cuti bersama. Serta dengan penerapan jadwal piket untuk dokter, bidan/perawatan, serta petugas administrasi.

Lebih lanjut, dia memastikan kalau puskesmas juga siap sedia memberikan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan.

Termasuk ambulans dan pengemudi yang siaga selama 24 jam penuh.


Kemudian sebagai antisipasi kedaruratan kelahiran selama cuti bersama. Puskesmas telah melakukan identifikasi ibu hamil risiko tinggi dengan HPL rentang 7-15 April 2024.

Serta berkoordinasi dengan Rumah Sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (RS PONEK).


Adapun untuk kasus persalinan darurat akan dirujuk pada beberapa Rumah Sakit PONEK. Seperti di antaranya RSUP Dr Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, RSA UGM, serta RSU PKU Muhammadiyah Gamping.


Kemudian untuk rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan kegawatdaruratan. Di antaranya, DRSUP Dr Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS Bhayangkara, RS PDHI Kalasan, RS Pantirini, RS JIH, RS Panti Nugroho, RS Puri Husada, RSU At Turots.


“Serta RS Mitra Sehat dan RS Queen Latifa,” terang Kustini. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#hpl #dinkes sleman #idul fitri #ibu hamil