RADAR JOGJA - Menghadapi musim mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Pemkab Sleman terus mengebut perbaikan jalan. Sampai saat ini, jalan kabupaten yang kondisinya cukup baik diklaim mencapai 80 persen.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, total panjang jalan kabupaten di wilayahnya mencapai 699,5 kilometer. Dari jumlah tersebut 80 persen dalam kondisi baik atau layak jika dilintasi kendaraan.
Kustini merinci, untuk jalan kabupaten yang masuk kondisi baik sepanjang 184,3 kilometer atau 26,5 persen. Dengan kondisi sedang sepanjang 390,7 kilometer atau 55,85 persen. Sementara untuk jalan kabupaten yang kondisi rusak ringan sepanjang 118,65 kilometer atau 16,96 persen.
Untuk menyambut musim mudik lebaran tahun ini Pemkab Sleman memang terus mengupayakan perbaikan jalan kabupaten berupa penambalan. Sehingga kemudian dapat dipersiapkan untuk penyangga jalan nasional, jalan provinsi, maupun akses untuk wisata di kawasan Kaliurang dan Prambanan.
“Jalan kabupaten yang disiapkan sebagai jalur penyangga jalan nasional dan provinsi 2024 berjumlah 52 ruas, total ruas sepanjang 166,1 kilometer dengan persentase kelayakan jalan 80-100 persen,” ujar Kustini, Rabu (27/3).
Kustini tak menampik ada ruas jalan kabupaten yang kondisinya memprihatinkan. Salah satunya di Padukuhan Pereng, Sumberharjo, Prambanan atau tepatnya di depan SMP Negeri 2 Prambanan. Kondisi jalan ini rusak parah karena aktivitas truk-truk pertambangan pasir. Untuk solusi terkait permasalahan tersebut, kini Pemkab tengah berkomunikasi dengan penambang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Mirza Anfansury menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi untuk upaya perbaikan jalan rusak di Padukuhan Pereng. Hasilnya, perbaikan jalan rusak akan dilakukan pihak penambang.
Menurut Mirza, bentuk perbaikannya nanti akan berupa penambalan pada titik-titik jalan berlubang. Hanya saja dia belum dapat membeberkan kapan tindakan perbaikan jalan rusak tersebut akan dilakukan.“Kami sudah koordinasi dengan pihak tambang. Mereka menyanggupi untuk memperbaiki,” katanya. (inu/din)
Editor : Satria Pradika