Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada... Potensi Cuaca Hujan Disertai Angin Kencang Masih Mengancam DIY Hingga Akhir Maret

Iwan Nurwanto • Kamis, 28 Maret 2024 | 16:42 WIB
PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).
PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).

SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi masih ada potensi bencana hidrometeorologi.

Bahkan, ancaman tersebut masih dapat terjadi hingga akhir bulan mendatang.


Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari hasil analisis dinamika atmosfer terpantau ada pertemuan angin di wilayah utara Pulau Jawa.

Konvergensi angin tersebut bertiup dari arah timur laut-tenggara dengan kecepatan rata-rata 20 sampai 30 kilometer/jam.


Kemudian dari suhu muka laut, juga terpantau cukup hangat di laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa. Suhunya berada pada kisaran 29-30 derajat Celcius.

Baik itu dalam skala harian maupun mingguan. Sehingga menambah potensi kandungan air dalam atmosfer.


Sementara untuk situasi kelembaban udara di wilayah DIY, Warjono mengungkap, berada pada ketinggian 1,5 sampai 3,0 kilometer dan masuk kategori cukup basah.

Dampaknya, dapat menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY pada siang, sore, dan malam hari.


Pada Gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi ke arah barat juga terprediksi terjadi di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Serta sebagian di Pulau Jawa meliputi wilayah Banten hingga Jawa Tengah.


“Sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” ujar Jojo, sapaanya, Kamis (28/3).


Jojo menyebut, dengan berbagai kondisi itu dapat menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Bahkan, kondisi cuaca seperti itu juga kemungkinan terjadi hingga akhir bulan Maret ini.


Rinciannya, untuk Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara dan Kulonprogo bagian utara mulai dari tanggal 28 Maret 2024.

Kemudian, di tanggal 29 Maret 2024 kondisi cuaca hujan sedang-lebat yang disertai angin kencang dan petir dapat terjadi di Sleman dan Kulonprogo bagian utara.


Sementara untuk tanggal 30 Maret 2024 mendatang. Potensi cuaca seperti itu dapat terjadi di wilayah Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Oleh karenanya, masyarakat pun dihimbau karena dapat memicu bencana Hidrometeorologi.


“Berupa pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor,” ungkap Jojo.

 Baca Juga: Tiga Periset dan Satu Pegiat Antariksa Buat Prototype Makanan Luar Angkasa, Space Food dari Kampung Alien Terbuat dari Jamur

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengaku, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan status siaga darurat terhitung dari tanggal 1 Maret 2024 hingga 31 Mei 2024 mendatang.

Upaya itu dilakukan karena melihat potensi bencana yang masih tinggi hingga beberapa bulan kedepan.


Menurut dia, kabupaten Sleman memang menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi. Seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, hingga pohon tumbang.


“Sudah kami ajukan (perpanjangan status siaga darurat bencana) dari 1 Maret sampai 31 Mei 2024,” ungkap Bambang. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Yogyakarta #Angin Kencang #bencana hidrometeorologi #BMKG