Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dishub Sleman Akui Kegiatan Ramp Check Angkutan Wisata Belum Menyeluruh

Iwan Nurwanto • Senin, 25 Maret 2024 | 21:49 WIB
CEK: Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana.
CEK: Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana.

SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman telah melakukan ramp check terhadap ratusan angkutan wisata.

Hanya saja, hingga pertengahan bulan ramadhan ini kegiatan tersebut belum secara menyeluruh menyasar angkutan wisata di Kabupaten Sleman.


Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan, kegiatan ramp check untuk angkutan wisata sudah dilaksanakan pihaknya pada Jumat (22/3) lalu.

Dalam kegiatan tersebut ada sebanyak 700 mobil jip Merapi yang dilakukan pemeriksaan. Serta 51 jip di destinasi wisata Tebing Breksi.


Menurut Arip, kegiatan ramp check dilakukan untuk memastikan keamanan angkutan wisata ketika musim libur lebaran nantinya.

Pihaknya akan terus menggalakkan program tersebut, karena diakuinya memang belum semua angkutan wisata di Sleman dilakukan ramp check.


“Kegiatan ramp check memang belum 100 persen. Karena jip wisata di wilayah Merapi itu baru sekitar 700-an dari 1100 armada. Kemudian di Breksi baru 51 dari 100 armada,” ujar Arip saat ditemui, Senin (25/3).


Selain menaruh perhatian terhadap angkutan wisata, Arip menyatakan, pihaknya bersama instansi terkait di DIY juga sudah melakukan ramp check pada armada angkutan umum.

Selain itu juga akan diupayakan perbaikan terhadap penerangan jalan umum (PJU) yang kondisinya mati.

 


Dia membeberkan, bahwa dari hasil rapat koordinasi beberapa waktu lalu setidaknya ada 94 titik jalan nasional dan 82 titik jalan provinsi yang lampu PJU-nya dalam kondisi mati.

Sehingga berdampak pada kurangnya pencahayaan ketika dilalui kendaraan.


“Untuk perbaikan kami upayakan sampai H-7,” sambung Arip.


Sebelumnya, Dishub DIY memprediksi sebanyak 8,7 juta orang bakal mudik ke Yogyakarta pada momentum lebaran Idul Fitri.

Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan survey dari Kementerian Perhubungan sebanyak 11,7 juta pemudik.


Plh Kepala Dishub DIY Sumariyoto menyampaikan, secara tren bakal ada peningkatan sekitar 6 persen jumlah pemudik berdasar perhitungannya disebabkan beberapa faktor.

Paling menonjol karena kemudahan akses seiring dibangunnya infrastruktur, disusul jalur tol fungsional Jogja-Solo yang secara bertahap dibuka.


"Jadi sebetulnya akan lebih banyak orang cenderung menggunakan kendaraan pribadi terutama dari pintu timur paling banyak. Dengan tol juga lebih cepat, kalau pakai publik transportasi kereta kalau nggak cepat-cepat kehabisan, pesawat juga relatif lebih mahal," ungkapnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#ramp check #angkutan wisata #dishub sleman