Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KPAI Sebut Lingkungan Sekolah Punya Peran Penting Cegah Intoleransi

Iwan Nurwanto • Kamis, 21 Maret 2024 | 23:50 WIB
MANAJEMEN: Komisioner KPAI Diyah Puspitarini saat menghadiri sidang promosi doktor di UNY, Kamis (21/3).
MANAJEMEN: Komisioner KPAI Diyah Puspitarini saat menghadiri sidang promosi doktor di UNY, Kamis (21/3).

SLEMAN - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut sekolah punya peran penting untuk mengantisipasi adanya tindak intoleransi. Khususnya bagi generasi muda. Upayanya dilakukan melalui model pendidikan manajemen toleransi.


Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan, banyak faktor yang membuat anak-anak menjadi intoleran terhadap teman sebayanya.

Seperti disebabkan dari pengaruh sosial media, keluarga, hingga tidak adanya sistem pendidikan yang memuat tentang pendidikan toleransi.


Oleh karena itu, menurutnya, sistem pendidikan manajemen toleransi sangat penting diterapkan pada sekolah-sekolah.

Sehingga kemudian terbentuk akhlak mulia dan menjadi salah satu solusi untuk mencegah adanya tindakan intoleransi di kalangan pelajar.


“Dengan adanya pengembangan manajemen toleransi ini bisa menjadi salah satu solusi. Dimana pendidikan toleransi tidak lagi dipandang sebagai hal yang sifatnya seperti mata pelajaran, tapi bisa membentuk pemahaman toleransi dan budaya toleransi siswa,” ujar Diyah seusai menghadiri sidang promosi doktor di Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (21/3).


Menurut dia, dalam penerapan sistem pendidikan yang mengedepankan toleransi itu juga tentu akan menghadapi berbagai tantangan.

Seperti ada tidaknya kemauan sekolah untuk menerapkan sistem tersebut.

Lalu, membentuk budaya toleransi di kalangan pelajar juga bukan hal yang mudah.


Meskipun demikian, Diyah mengaku, sudah mempraktekkan hal tersebut dalam penelitiannya.

Hasilnya pun didapatkan kalau pendidikan toleransi bisa diterapkan pada kalangan pelajar SMP.

Serta tidak menutup kemungkinan juga bisa dilakukan pada jenjang pendidikan lain.


“Sistem pendidikan kalau tidak memuat toleransi nanti siapa yang memberi pemahaman toleransi, sekolah masih relevan untuk menyebarkan pendidikan toleransi,” bebernya.


Turut menghadiri sidang promosi doktor Komisioner KPAI tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, bahwa sistem pendidikan di Indonesia harus memiliki pondasi yang kuat.

Di mana, hal tersebut juga sudah tertuang dalam undang-undang dasar tentang mencerdaskan kehidupan bangsa.


Dalam prosesnya, menurut Haedar, tentu perlu sistem pendidikan yang memuat tentang iman dan taqwa, akhlak mulia, persatuan, dan peradaban bangsa.

Agar kemudian pendidikan dapat mengalami kemajuan dalam berbagai aspek untuk membangun kepribadian bangsa Indonesia yang luar biasa.


“Konteks persatuan juga penting, sehingga anak-anak Indonesia generasi milenial dan alpha hidup dalam kebersamaan,” katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#KPAI #generasi muda