Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karena Equinox Suhu Bisa Tembus 33 Derajat Celcius, Dinkes Sleman Pesan Ini selama Berpuasa

Heru Pratomo • Kamis, 21 Maret 2024 | 15:25 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA


RADAR JOGJA – Suhu panas yang dirasakan di wilayah DIY akhir-akhir ini disebabkan fenomena alam equinox. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi cuaca panas di tengah musim penghujan seperti sekarang.


Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, equinox merupakan fenomena dimana matahari melintas tepat di atas ekuator atau garis khatulistiwa. “Kondisi tersebut dapat berdampak pada teriknya sinar matahari yang langsung menyinari bumi,” tuturnya kepada Radar Jogja, kemarin (20/3).


Reni mengungkap, dengan kondisi tersebut juga dapat membuat sebagian wilayah Jogjakarta mengalami cuaca panas hingga beberapa hari kedepan. Terlebih jika kondisi cuaca saat fenomena tersebut terjadi sedang cerah atau tidak terjadi hujan.


Adapun dari pantauan BMKG, suhu di Jogjakarta mencapai rata-rata 30 derajat celcius. Untuk suhu terendahnya pada kisaran 22 derajat celcius. Sementara untuk suhu tertinggi mencapai 33 derajat celcius. “Perkiraanya sepuluh hari kedepan masih berpotensi suhu panas atau terik, terlebih jika dibarengi dengan cuaca yang cerah untuk wilayah DIY,” ujar Reni.


Terkait dengan kondisi tersebut, dia mengimbau, agar pemerintah daerah lebih siap untuk mengantisipasi potensi terjadinya cuaca ekstrim saat ini dan musim pancaroba mendatang. Selain itu, pemerintah juga harus mewaspadai dampak musim kemarau.


Khususnya, pada wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis. Seperti kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. Di samping itu masyarakat pun diminta untuk menjaga stamina tubuh dengan banyak minum vitamin dan air putih. “Tentunya hal tersebut juga menyesuaikan di bulan Ramadan  atau saat berpuasa,” ungkap Reni.


Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman Esti Kurniasih berharap, agar masyarakat juga mewaspadai berbagai potensi penyakit saat cuaca panas berbarengan dengan puasa. Sebab ada kemungkinan muncul penyakit diare serta berbagai jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan.

Esti juga mengimbau, agar masyarakat mencukupi kebutuhan air harian. Yakni sebanyak dua liter per hari dengan pembagian minum saat malam hari atau setelah melaksanakan buka puasa.

“Menghadapi bulan puasa dan cuaca panas yang paling penting minum cukup air, istirahat tidak kurang dari tujuh jam untuk dewasa, minum vitamin juga boleh, dan makan makanan bergizi,” terangnya. (inu/pra)

Editor : Satria Pradika
#Fenomena Equinox #bmkg yogyakarta #cuaca ekstrim