Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Naik Signifikan! Hingga Pertengahan Maret Tercatat DBD di Sleman Capai 56 Kasus

Iwan Nurwanto • Minggu, 17 Maret 2024 | 22:43 WIB
Foto: Ilustrasi orang terkena DBD.
Foto: Ilustrasi orang terkena DBD.

SLEMAN - Di tahun 2024 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta agar masyarakat waspada terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pasalnya, instansi tersebut mencatat sudah ada 56 kasus DBD hingga pertengahan bulan Maret.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga pekan ke-sebelas di tahun 2024 ini pihaknya mencatat ada 56 kasus DBD.

Meskipun, belum dapat menyampaikan angka secara rinci. Temuan paling banyak ada di Kapanewon Ngemplak.


Jika melihat data di Dinkes Sleman, dapat dikatakan temuan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti itu mengalami peningkatan signifikan.

Lantaran pada minggu kedelapan hanya ada 30 kasus DBD di Bumi Sembada. Artinya, dalam jangka waktu tiga pekan saja sudah ada kenaikan sebanyak 26 kasus.


“Hingga pekan ke-sebelas sudah ada 56 kasus,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Minggu (17/3).


Melihat peningkatan kasus DBD tersebut, Yuli pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Yakni, dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


Di samping itu, Dinkes Sleman juga terus mengoptimalkan peran kader-kader jumantik yang sudah ada pada tiap rumah.

Sehingga kemudian, pencegahan penyakit demam berdarah di Sleman dapat lebih optimal.


“Dengan berbagai upaya PHBS dan PSN harapannya dapat menekan kasus DBD,” ungkap Yuli.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menyampaikan, pada musim hujan seperti sekarang memang membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak.

Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.


Sehingga, dia pun meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi penyakit pernapasan. Seperti batuk, pilek dan flu yang kemungkinan besar akan mudah menjangkiti masyarakat pada kondisi musim seperti sekarang.


"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," terangnya beberapa waktu lalu. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#dinkes sleman #DBD #demam berdarah dengue