Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Ramadan Karangmalang Diikuti Lebih Dari 360 Penjual, Momentum Peningkatan Ekonomi Bagi Warga

Fahmi Fahriza • Minggu, 17 Maret 2024 | 02:06 WIB

LARIS: Masyarakat memadati kawasan Pasar Ramadan Karangmalang untuk mencari berbagai makanan takjil.
LARIS: Masyarakat memadati kawasan Pasar Ramadan Karangmalang untuk mencari berbagai makanan takjil.
LARIS: Masyarakat memadati kawasan Pasar Ramadan Karangmalang untuk mencari berbagai makanan takjil.
LARIS: Masyarakat memadati kawasan Pasar Ramadan Karangmalang untuk mencari berbagai makanan takjil.

SLEMAN - Pasar Ramadan Karangmalang kembali digelar dan melibatkan ratusan pedagang dengan berbagai makanan yang bervariasi.

Ketua Panitia Pasar Ramadan Karangmalang Bagas Priyatno menyampaikan, agenda tahun ini pihaknya melibatkan lebih dari 360 penjual yang akan berjualan selama satu bulan penuh. Terhitung sejak 11 Maret 2024 hingga akhir ramadan nanti.

"Totalnya kalau tidak salah ada 365 penjual, setiap hari akan buka mulai pukul 15.00 sampai 19.00 WIB," katanya, Sabtu (16/3).

Priyatno menyebut, dengan adanya pasar Ramadan tersebut merupakan salah satu momentum peningkatan ekonomi bagi warga sekitar. Yakni, warga Karangmalang dan Kuningan.

Ini mengingat banyak dari warga yang juga turut berjualan di pasar Ramadan tersebut.

"Banyak juga warga sini yang jualan, ini penting untuk membantu peningkatan ekonomi warga," sambungnya.

Ia menjelaskan, secara umum para penjual tersebut dibebankan biaya sewa lapak seharga Rp 500 ribu selama satu bulan.

Ada pengecualian harga bagi warga Karangmalang dan Kuningan.

"Untuk warga kami ada diskon sewa, mereka hanya perlu bayar Rp 300 ribu," paparnya.

Secara garis besar, ratusan lapak tersebut tersebar mulai dari jembatan Wisdom Park UGM sampai dengan perempatan Fakultas Teknik UNY.

"Panjang sekali ini, dari ujung selatan sampai Utara penjualnya," ungkapnya.

Dalam konteks peningkatan perekonomian warga, Priyatno menjelaskan, warga tidak saja dilibatkan sebagai penjual. Namun, juga sebagai pengelola parkir.

"Kami libatkan sebanyak mungkin warga, jadi konsepnya dari warga kembali ke warga," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Dewi Nitasari mengaku sangat terbantu dan senang dengan adanya pasar Ramadan Karangmalang tersebut.

Ia mengaku pertama kali berjualan di pasar Ramadan Karangmalang karena ajakan salah seorang temannya sesama pedagang.

"Pertama kali ini jualan di sini, untung dapet jatah lapak, dan alhamdulilah cukup ramai pengunjungnya," serunya.

Dewi, yang berjualan aneka gorengan dan es buah, dalam satu hari berjuala bisa meraup keuntungan dalam rentang Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.

"Sejauh ini lancar dan banyak yang beli, kendalanya mungkin kalau pas turun hujan saja kayak dua hari lalu itu," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#pasar ramadan #karangmalang